Ramadan, Kementan Gelar Operasi Pasar di 5 Titik di Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pedagang pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, antre demi mendapatkan bawang putih seharga Rp 25 ribu per kilogram yang dijual dalam operasi pasar Kementerian Perdagangan. Operasi pasar digelar demi menstabilkan harga bawang di pasaran yang mencapai harga Rp 43 ribu sampai Rp 45 ribu di pasaran. Kamis, 18 April 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Puluhan pedagang pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, antre demi mendapatkan bawang putih seharga Rp 25 ribu per kilogram yang dijual dalam operasi pasar Kementerian Perdagangan. Operasi pasar digelar demi menstabilkan harga bawang di pasaran yang mencapai harga Rp 43 ribu sampai Rp 45 ribu di pasaran. Kamis, 18 April 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Pertanian disingkat Kementan melalui Toko Tani Indonesia menggelar operasi pasar di sejumlah titik di Jakarta untuk menekan harga Bawang Merah dan Bawang Putih yang naik menjelang Ramadan 1440 H.

    "Ada lima titik lokasi operasi pasar kami dengan komoditas Bawang Merah dan Bawang Putih," ujar Manager Toko Tani Indonesia Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi saat dihubungi, Jumat 3 Mei 2019.

    Baca : Stok Bawang Putih DKI Defisit Ribuan Ton, Ini Kata Kementan

    Inti menjabarkan lima lokasi operasi pasar itu di Pasar Kramat Jati, Pasar Cijantung, Pasar Lenteng Agung, Pasar Kelapa Gading dan Pasar Minggu. Dalam operasi tersebut Kementan menyedikan 10 ton untuk ke dua komoditas tersebut di setiap lokasi operasi pasar.

    Inti mengatakan dalam operasi pasar itu, Kementan menjual Bawang Merah dan Bawang Putih di kisaran Rp 25.000 perkilogram untuk menekan harga pasar saat ini yang mencapai Rp 50.000/kg.

    Kata Inti, operasi pasar tersebut sudah dilakukan beberapa minggu terkahir, dan akan digelar hingga harga Bawang Merah dan Putih stabil di harga Rp 25.000- Rp 30.000/kg. "Kami akan operasi pasar sampai harganya sudah kembali stabil," ujarnya.

    Inti setuju jika kenaikan harga Bawang tersebut berkaitan dengan menyambut bulan Ramadan yang permintaannya tinggi. Sedangkan pasokan terutama Bawang Putih saat ini defisit.

    Kementan, kata Inti, menjamin harga Bawang akan stabil dalam pekan ini, ditambah dengan pasokan impor Bawang Putih yang telah datang sebanyak 115 ribu ton dan musim panen oleh sejumlah petani di daerah. "Dalam dua atau tiga hari ini kami targetkan akan kembali normal," ujarnya.

    Simak pula :

    DKI Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadan, Kecuali Bawang Putih

    Defisit Bawang Putih juga dialami di wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI, Bawang Putih menjelang puasa defisit hingga 2000 ton.

    "Untuk stok pangan menjelang Ramadan semuanya aman selain Bawang Putih," ujar kepala DKPKP Darjamuni saat ditemui di kantornya Jumat 3 Mei 2019, terkait komoditi yang perlu dilakukan operasi pasar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.