Cerita Pertemuan KPU dengan Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU Arief Budiman menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Umar Madi (Ketua KPPS TPS 68 Sukabumi Selatan) di Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Penyerahan santunan ini merupakan bentuk penghormatan KPU RI kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat bertugas saat pemungutan suara  Pemilu 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua KPU Arief Budiman menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Umar Madi (Ketua KPPS TPS 68 Sukabumi Selatan) di Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Penyerahan santunan ini merupakan bentuk penghormatan KPU RI kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat bertugas saat pemungutan suara Pemilu 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerahkan santunan kepada perwakilan dua keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Tangerang Selatan yang wafat usai menjalankan tugas pada pemilu serentak 2019.

    KPU menyerahkan santunan masing-masing sebesar Rp 36 juta kepada keluarga Ketua KPPS Jurang Mangu Timur Hanafi dan keluarga Anggota KPPS Pakujaya Mangsud.

    Baca: Bertambah, Anggota KPPS Meninggal di Depok Jadi 4 Orang

    "Kami tahu ini tidak bisa menggantikan rasa kehilangan, tapi ini sebagai sambung rasa kepada seluruh penyelenggara pemilu yang telah berjuang melaksanakan tugas secara sungguh-sungguh," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting, Jumat, 3 Mei 2019.

    Evi beserta rombongan dari KPU Pusat tiba di rumah keluarga Mangsud di Pakujaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan pada Jumat pagi. Kedatangannya disambut oleh Supriyati, istri almarhum Mangsud.

    Sebelum menyerahkan santunan, Evi sempat berbincang dengan istri almarhum Mangsud. Sesekali isak tangis terdengar dari Supriyati saat menceritakan kronologi meninggalnya sang suami.

    Baca: KPU Alokasikan Rp 50 Miliar Santunan KPPS Meninggal dan Sakit

    "Sebelum meninggal enggak ada cerita apa-apa. Tapi dia mengeluh ada sakit di bagian belakang pas penghitungan suara. Mungkin itu karena kelelahan," kata Supriyati.

    Selanjutnya rombongan KPU Pusat menuju rumah keluarga Hanafi di Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan. "Kami menyampaikan rasa duka kepada keluarga semua," ujar Evi setibanya di rumah keluarga almarhum Hanafi.

    Dalam kesempatan itu, Evi juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengorbanan anggota KPPS yang disebutnya sebagai pahlawan demokrasi. "Ini pekerjaan mulia dan pekerjaan penuh tanggung jawab mengabdi pada bangsa dan negara," ujarnya.

    KPU menyerahkan santunan serentak secara simbolis kepada keluarga korban. Besaran santunan terbagi menjadi Rp 36 juta per orang untuk meninggal dunia, cacat permanen Rp 30,8 juta per orang, luka berat Rp 16,5 juta per orang dan luka sedang Rp 8,25 juta per orang.

    Berdasarkan data KPU hingga Jumat malam, 3 Mei 2019, ada sebanyak 424 petugas KPPS yang meninggal dan 3.668 orang sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.