Lawan Arus Pelanggaran Terbanyak di Operasi Keselamatan Jaya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satuan Wilayah Polisi Lalulintas Jakarta Timur bersama Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 11 Menzikon melakukan razia lawan arus di depan Komplek Perumahan Berlan, Matraman, Jakarta, 10 Februari 2016. Sejumlah pengendara terkena razia dengan sejumlah pelanggaran lalulintas. TEMPO/Subekti.

    Satuan Wilayah Polisi Lalulintas Jakarta Timur bersama Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 11 Menzikon melakukan razia lawan arus di depan Komplek Perumahan Berlan, Matraman, Jakarta, 10 Februari 2016. Sejumlah pengendara terkena razia dengan sejumlah pelanggaran lalulintas. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Melawan arus mendominasi jenis pelanggaran lalu lintas pada  hari ketujuh Operasi Keselamatan Jaya 2019, Minggu 5 Mei 2019.

    Baca: Operasi Keselamatan Sudah Pergoki 39.282 Kasus, Apa Terbanyak?

    Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir mengatakan pelanggaran tersebut kerap terjadi pada hari-hari sebelumnya. "Dari hari ke hari pelanggaran terbanyak merupakan pelanggaran melawan arus dan dilakukan oleh sepeda motor," kata Nasir, ketika dikonfirmasi Senin, 6 Mei 2019.

    Pada hari ke tujuh tersebut, kata Nasir, terdata sebanyak 4.691 kendaraan melakukan pelanggaran. Namun hanya 745 pengemudi yang dikenakan tilang, sedangkan 3.946 lainnya dikenakan teguran.

    Dari kendaraan yang melanggar dan ditilang tersebut, kendaraan jenis sepeda motor yang terbanyak di mana ada sebanyak 481 unit, mobil penumpang 223 unit, mobil barang 31 unit dan bus sebanyak 10 unit.

    Untuk jenis pelanggaran, pengendara roda dua terbanyak ditindak karena melawan arus sebanyak 122 perkara, tidak menggunakan helm sebanyak 89 perkara, tidak menyalakan lampu utama sebanyak 51 perkara dan membonceng lebih dari satu orang sebanyak 11 perkara.

    Pengendara kendaraan roda empat atau lebih nihil jenis pelanggaran yang disasar dalam Operasi Keselamatan kali ini yaitu melawan arus, berkendara di bawah umur, berkendara dalam pengaruh alkohol dan melebihi batas kecepatan.

    "Akan tetapi ada pelanggaran yang juga jadi sasaran operasi kali ini, yaitu penggunaan ponsel saat berkendara sebanyak lima perkara," ucap Nasir.

    Dalam operasi keselamatan jaya 2019 pada Minggu, 5 Mei 2019 itu, tidak ada kecelakaan lalu lintas. "Alhamdulillah tidak ada kecelakaan," ujar Nasir. 

    Operasi Keselamatan Jaya 2019 digelar selama 14 hari mulai Senin, 29 April 2019, hingga Minggu, 12 Mei 2019 di beberapa titik di ibu kota. Di antaranya adalah di sepanjang Jalan Benyamin Sueb, Jalan Perintis Kemerdekaan di simpang Coca-Cola dan sekitar Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto.

    Baca: 7 Hari Operasi Zebra 2018, Pelanggaran Terbanyak di Jakarta Timur

    Sebanyak 2.771 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Dishub, Satpol PP dan instansi terkait diturunkan untuk menertibkan pelanggaran lalu lintas dalam operasi keselamatan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.