Dari 15 Ribu TPS di Kabupaten Bogor, Prabowo Menang Telak

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial suasana kampanye terbuka Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jumat, 29 Maret 2019. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Foto aerial suasana kampanye terbuka Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jumat, 29 Maret 2019. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni, mengumumkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019. Rapat menetapkan, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto–Sandiaga Salahuddin Uno unggul telak dari pasangan nomor urut 01 Joko Widodo–Ma’ruf Amin di wilayah itu.

    Baca:
    Hasil Pleno KPU Kota Bogor, Jarak Prabowo-Jokowi 170 Ribu Suara

    Ummi mengatakan, dari total surat suara sah 2.897.674, Prabowo–Sandi memperoleh 2.035.552 suara. Sedang Jokowi-Ma’ruf 862.122 suara. Dia menambahkan, proses penghitungan suara sempat mengalami banyak kendala karena jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Bogor yang mencapai 15 ribu unit.

    “Terbesar se-Indonesia, tapi alhamdulillah semua sesuai dengan jadwal,” kata Ummi, Selasa 7 Mei 2019.

    Situasi di lokasi Baliho raksasa setelah sempat terjadi ketegangan petugas dengan massa pada Senin 29 April malam. Masyarakat sekitar mendirikan tenda tempat dibawah baliho, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu 1 Mei 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    Baca juga:
    Hasil Sementara di DKI, Prabowo Tertinggal 3,7 Juta Suara

    Pengumuman ini menyusul yang dilakukan tetangganya Kota Bogor. Komposisi pemenang sama di kedua wilayah tersebut. Di Kota Bogor, Prabowo-Sandi mendapat 399.073 suara sedangkan Jokowi-Ma’ruf hanya meraup 228.112 suara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.