Lolos ke Senayan? Pesinetron Lucky Hakim Pilih Tunggu Kata KPU

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiara Dewi dan Lucky Hakim . tabloidbintang.com

    Tiara Dewi dan Lucky Hakim . tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Caleg DPR RI dari Partai NasDem yang juga pesinetron, Lucky Hakim enggan berspekulasi perihal perolehan suaranya di daerah pemilihan Jawa Barat VI mencakup Kota Bekasi dan Kota Depok.

    Dapil ini dinilai sejumlah pihak menjadi dapil neraka, karena terdapat menteri, artis, hingga petahana.

    Baca : Lucky Hakim Dilaporkan Lakukan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

    "Menurut info internal mengatakan saya lolos, tapi saya sebaiknya menunggu hasil resmi dari keputusan KPU saja," ujar Lucky Hakim di Bekasi, Selasa, 7 April 2019.

    Berdasarkan data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) di situs resmi KPU sebanyak 27,5 persen, Partai Nasdem baru meraih suara sebanyak 17.699 sedangkan tertinggi adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 122.801, kemudian Gerindra 118.354, dan ketiga PDI Perjuangan 103.897.

    Meski hasil hitungan internal lolos ke Senayan, Lucky mengaku tak mau mendahului takdir, karena khawatir menjadi jumawa. Karena itu, ia menunggu sampai rapat pleno tingkat pusat selesai. "Kalau terpilih maka saya bersyukur," ujar Lucky Hakim.

    Jika tak kepilih, Lucky mengaku tak masalah. Sebab, menurut dia, jabatan ini adalah titipan yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. "Amanah rakyat tidak boleh dianggap enteng," ujar Lucky.

    Simak pula :

    Dukung Jokowi - Ma'ruf, Ini Target Aktor Lucky Hakim di Pemilu 

    Lucky Hakim merupakan Anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Partai PAN. Namun, di tengah jalan atau pada 2018 pindah ke Partai NasDem. Sehingga, dia diganti atau terkena pergantuan antar waktu (PAW) oleh kader PAN lainnya, Intan Fitriana Fauzi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.