Cek Takjil di Pasar, Loka POM Tangerang Temukan Zat Berbahaya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta melakukan uji tes makanan di pusat wisata kuliner Kampung Lima, Jalan Sabang, Jakarta, 22 Mei 2015. BPOM menemukan kandungan zat kimia berbahaya dalam jenis makanan ketupat mengandung boraks. TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta melakukan uji tes makanan di pusat wisata kuliner Kampung Lima, Jalan Sabang, Jakarta, 22 Mei 2015. BPOM menemukan kandungan zat kimia berbahaya dalam jenis makanan ketupat mengandung boraks. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Tangerang - Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang menemukan bahan makanan berbuka puasa atau takjil yang mengandung zat kimia berbahaya bagi kesehatan saat melakukan pengawasan di pasar.

    Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri mengatakan pihaknya melakukan pengawasan di pasar tradisional Cikupa dan Balaraja. "Ada bahan makanan berbuka puasa 'pacar cina' mengandung Rhodamin B yang berbahaya bagi kesehatan, termasuk terasi," kata dia, Selasa, 7 Mei 2019.

    Baca: Menikmati Takjil Ramadan Murah Meriah di Pasar Benhil

    Widya mengatakan pihaknya juga menemukan pangan dengan kemasan rusak sebanyak satu item, pangan Tanpa Izin Edar (TIE) sebanyak 10 item dan pangan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) label sebanyak 7 item. Sedangkan perkiraan nominal dari hasil temuannya tersebut dengan total mencapai Rp 4,5 juta.

    Petugas, kata Widya, mengambil sampel dan pengujian pangan siap saji sebanyak 34 item dengan menggunakan alat uji cepat (rapid testkit) terhadap kandungan bahan berbahaya pada pangan. Hasilnya, empat item diduga positif mengandung bahan berbahaya formalin pada usus ayam yang dijual pedagang.

    Baca: Ramadan, Bandara Soekarno-Hatta Gratiskan 111 Ribu Boks Takjil

    Widya mengatakan pengawasan takjil dan bahan pangan lainnya selama Ramadan dilaksanakan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pengawasan itu melibatkan Bappeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, BPS dan Satpol PP setempat.

    Loka POM Kabupaten Tangerang sebelumnya telah memasang sejumlah spanduk di depan pasar tradisional dan pusat perbelanjaan agar pedagang tidak menjual aneka makanan menggunakan bahan berbahaya karena dapat merusak kesehatan. Hal tersebut karena setiap bulan puasa, penjualan takjil dan beragam makanan meningkat dibanding hari biasa, bahkan pedagang dadakan menjamur di setiap sudut gang dan pasar kaget.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.