BPS: Pengangguran di Kabupaten Bogor Meningkat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bogor Ade Yasin (kiri) melihat kondisi Khairul Islami (10) korban ledakan granat yang selamat di RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 15 Februari 2019. Granat jenis GLM yang meledak mengakibatkan tiga anak menjadi korban, dua diantaranya meninggal dunia yakni Muhammad Ibnu Mubaroq (10) dan M Doni (14). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Bupati Bogor Ade Yasin (kiri) melihat kondisi Khairul Islami (10) korban ledakan granat yang selamat di RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 15 Februari 2019. Granat jenis GLM yang meledak mengakibatkan tiga anak menjadi korban, dua diantaranya meninggal dunia yakni Muhammad Ibnu Mubaroq (10) dan M Doni (14). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Bogor – Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor mencatat angka pengangguran di Bumi Tegar Beriman itu mengalami peningkatan sebanyak 0,2 persen dalam rentang waktu dua tahun belakangan.

    “Tahun 2017 pengangguran 9,55 persen, sedangkan di 2018 sebanyak 9,75 persen meningkat 0,2 persen,” kata Kasi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani kepada Tempo, Rabu 8 Mei 2019.

    BacaKenapa Anies Sebut Pengangguran Masih Tinggi di HUT Jakarta

    Menurut Ujang, salah satu penyebab meningkatnya angka pengangguran karena ada beberapa perusahaan tutup dan berpindah ke luar wilayah Kabupaten Bogor sehingga terjadi PHK pada karyawan. Selain itu, penduduk Kabupaten Bogor yang bekerja di Depok, Jakarta, Bekasi, dan wilayah lain yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor, ada yang habis kontrak kerjanya,” kata Ujang.

    Dia pun menerangkan meski sempat diprediksi pengangguran berada di angka 8, kenaikannya tidak terbilang tinggi. “Tidak terlalu besar, ini terbantu juga dengan program pengentasan pengangguran di Kab. Bogor, sehingga kenaikannya tidak terlalu tajam,” kata Ujang.

    Ujang juga mengatakan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Bogor pada 2018 sebesar 7,14 persen, menurun dari 2017 yang mencapai 8,57 persen. “Angka kemiskinan turun sebesar 1,43 persen."

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.