Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Camry, Polisi: Pengemudi Sakit Mata

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan motor. all-free-download.com

    Ilustrasi kecelakaan motor. all-free-download.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengemudi sedan mewah Toyota Camry B 1672 SAL disebut sakit mata sehingga menabrak pejalan kaki di trotoar dan satu di antaranya tewas di tempat. Kecelakaan maut berupa tabrak lari itu terjadi di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi 8 Mei 2019. 

    Baca:
    Toyota Camry Tabrak Lari di Mampang, Satu Tewas

    "Yang bersangkutan itu memang matanya sakit, merasa gelap tidak bisa mengendalikan kendaraan," kata Perwira Unit Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Inspektur Dua Mulyadi.

    Mulyadi menjelaskan, kecelakaan berawal ketika sedan Camry yang dikemudikan Firman (42), warga Cipinang Muara, melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Mampang Prapatan. Tepat di depan Halte Transjakarta Mampang, kendaraan menabrak pejalan kaki di trotoar.

    Versi Mulyadi, satu pejalan kaki tewas yakni Arif Edi Sutrimo Sudar (53) asal Banjarwangi, Jawa Tengah. Sedangkan korban luka atas nama Wagimin Surohim (46) kini di rawat di RS Pasar Minggu. Mulyadi mengatakan kedua korban bukan pengemudi ojek online, tapi buruh.

    Baca juga:
    Densus 88 Sita Bahan Peledak dari Gerai Wanky Cell di Bekasi?

    Jumlah korban berbeda dengan keterangna tertulis yang dibagikan sebelumnya Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Lilik Sumardi. Menurut Lilik, korban tiga orang terdiri dari dua pejalan kaki (korban luka) dan seorang pengendara motor yang sedang berhenti (tewas).

    Setelah kecelakaan, Firman berupaya kabur dengan sedan Camry-nya itu masuk ke jalur Transjakarta. Dia dibekuk anggota polisi yang mengejarnya di depan swalayan Total Buah di wilayah Warung Buncit, Jakarta Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.