Sidang Ratna Sarumpaet, Dokter Psikiater Akan Beri Kesaksian

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Ratna Sarumpaet hadir saat sidang lanjutan kasus penyebaran hoax yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Terdakwa Ratna Sarumpaet hadir saat sidang lanjutan kasus penyebaran hoax yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus kabar bohong alias hoax Ratna Sarumpaet akan kembali menjalani sidang lanjutan hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis pagi, 9 Mei 2019. Pengacara Ratna, Insank Nasruddin, menyebut ada tiga orang saksi meringankan yang akan dihadirkan. “Dua orang saksi ahli dan satu dokter psikiater,” ujar Insank lewat pesan pendek, Rabu malam, 8 Mei 2019.

    Baca:
    Staf Pribadi Ungkap Niat Ratna Sarumpaet untuk Bunuh Diri

    Insank menyebut saksi ahli yang dihadirkan terkait bidang pidana dan Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia enggan membeberkan identitas para saksi tersebut. Namun, dalam beberapa kesempatan, tim pengacara Ratna kerap mengatakan kliennya berobat dengan seorang dokter psikiater bernama dokter Fidiansyah, yang juga telah diperiksa oleh polisi dalam tahap penyelidikan.

    Pada Oktober 2018 lalu, Insank pernah mengatakan kepada Tempo kalau Ratna rutin berkonsultasi dan mengkonsumsi obat antidepresan selama setahun ke belakang. Ia menyebut Ratna mengalami gejala depresi sejak ditangkap atas dugaan makar pada 2 Desember 2016. "Pascapenangkapan kasus makar saat 212 dulu Bu RS sudah memiliki trauma dan emosi yang tidak stabil. Di situ ada gejala depresi," kata Insnak ketika Tempo hubungi lewat telepon pada Selasa, 30 Oktober 2018.

    Staf pribadi Ratna Sarumpaet, Nur Cahaya, menceritakan Ratna beberapa kali menyebut ingin bunuh diri saat menghadapi masalah yang cukup berat. Nur menduga Ratna Sarumpaet saat itu sedang mengalami depresi.

    Sebagai staf pribadi, Nur juga mengetahui Ratna sering mengkonsumsi obat antidepresan. "Kalau lagi duduk di belakang rumah kakak (Ratna Sarumpaet) kadang-kadang beliau cerita sedang stres seperti mau ingin bunuh diri," ujar Nur Cahaya saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 7 Mei 2019.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Sopir Ratna Sarumpaet, Ahmad Rubangi saat bersaksi dalam persidangan sebelumnya. Dia mengaku sering mengantarkan Ratna ke psikiater dokter Fidiansyah untuk mengambil obat antidepresan.

    Baca:
    Hanya Mengangguk, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Ngomong ke Fahri

    Sebelumnya, putri Ratna Sarumpaet Atiqah Hasiholan membenarkan jika ibunya telah menjalani perawatan ke psikiater sejak satu tahun terakhir lantaran depresi.

    Kondisi tersebut disebutnya makin parah setelah Ratna Sarumpaet mendekam di tahanan. “Ibu saya selama sejak sekitar satu tahun ini menjalani pengobatan ke psikiater, ada depresi memang. Sekarang dia tinggal di rutan, kondisinya jadi makin memburuk," kata Atiqah Hasiholan di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

    ADAM PRIREZA | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.