Andalkan Integrasi, LRT Jakarta Optimistis Capai Target Penumpang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang memasuki kereta LRT Jakarta saat media forum dan uji coba di Stasiun Veledrom, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019. Pada saat uji coba ini pihak LRT menegaskan bahwa mereka masih berfokus mengejar sertifikasi dan perizinan SOP operasional dan perawatan kepada Kementerian Perhubungan. Kereta LRT Jakarta ini ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah penumpang memasuki kereta LRT Jakarta saat media forum dan uji coba di Stasiun Veledrom, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019. Pada saat uji coba ini pihak LRT menegaskan bahwa mereka masih berfokus mengejar sertifikasi dan perizinan SOP operasional dan perawatan kepada Kementerian Perhubungan. Kereta LRT Jakarta ini ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono optimistis jumlah penumpang kereta Light Rail Transit (LRT) Jakarta dapat mencapai 14.225 penumpang per hari saat beroperasi nanti. Walaupun lintasan LRT cukup pendek, yakni hanya 5,8 kilometer, moda transportasi itu akan terintegrasi dengan jaringan Jak Lingko serta Transjakarta.

    “Kita kan ada beberapa angkutan Jak Lingko tuh. Ada JAK 24, JAK 59, dan JAK 61 untuk feeder membantu warga,” kata Allan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu malam, 8 Mei 2019.

    Baca: LRT Jakarta Masih Tertahan Jembatan dan Uji Coba Tiket

    Selain terintegrasi dengan Jak Lingko, Allan menjelaskan sedang berdiskusi dengan pihak Transjakarta untuk pengadaan bus Explorer agar warga di pemukiman bisa terakomodasi. Konsep ini menurut Allan mirip seperti yang ada di kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

    Bus Explorer itu rencananya akan beroperasi di sekitar pemukiman yang dekat dengan jalur LRT, seperti Kayu Putih, Pulomas, dan Pegangsaan Dua.

    Selain menawarkan integrasi kendaraan untuk menggaet penumpang, LRT Jakarta menjanjikan kecepatan waktu tempuh. Ia mencontohkan, untuk warga Kelapa Gading, Jakarta Utara yang ingin menuju kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam.

    Baca: Jauh-dekat, Tiket LRT Jakarta Kelapa Gading-Velodrome Rp 5.000

    “Karena dari Kelapa Gading sampai Velodrome 10 menit. Jalan ke jembatan kan lima menit. Terus dari Halte Transjakarta Velodrome–Dukuh Atas itu ada 30 menit. Jadi totalnya di bawah satu jam,” kata Allan.

    Meskipun telah menawarkan banyak keunggulan dan menentukan target penumpang, Allan belum mengetahui kapan LRT beroperasi. Ia menjelaskan LRT Jakarta sudah memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan dan kini tinggal menyelesaikan pembangunan jembatan penghubung di Velodrome menuju halte Transjakarta.

    LRT Jakarta memiliki panjang lintasan 5,8 kilometer, yang melintang dari kawasan Rawamangun, Jakarta Timur ke Kelapa Gading, Jakarta Utara. Keretang ringan itu telah selesai melakukan uji coba yang melibatkan publik pada April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.