H+4 Ramadan, Harga Bawang Putih Masih Rp 70 Ribu per Kilo

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau operasi pasar bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Ahad, 5 Mei 2019. Tempo/Caesar Akbar

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau operasi pasar bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Ahad, 5 Mei 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga empat hari Ramadan berjalan, harga bawang putih tak surut jua. Titi Supiati, 55 tahun, seorang pedagang sayur dan bumbu-bumbuan di Pasar Pondok Indah, menyatakan sampai Kamis, 9 Mei 2019, harga bawang putih masih tinggi.

    Menurut dia, dua minggu sebelum Bulan Ramadan harga bawang putih di sejumlah daerah di DKI Jakarta melonjak akibat kekurangan stok karena ada masalah impor. Di Pasar Pondok Indah, misalnya, harga bawang putih Rp 70 ribu sampai 80 ribu per kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi dari harga sebelumnya, yaitu Rp 30 ribu-40 ribu per kilogram.

    BacaStabilkan Harga Bawang Putih, DKI Andalkan Impor dari Cina

    "Tapi harga bawang merah malah turun, kemarin Rp 50 ribu sekarang turun menjadi 40 ribu," ujar Titi kepada Tempo, Kamis, 9 Mei 2019.

    Titi menuturkan harga tomat dan cabai juga naik grastis. Sebelum puasa harga tomat Rp 12 ribu tapi seminggu sebelum puasa sampai saat sekarang menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai naiknya sangat tinggi, dari Rp 25 ribu menjadi 40 ribu. "Tumben begini, naiknya cukup tinggi."

    Sementara itu, Ibu Catiri (46), penjual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan harga bawang putih sudah turun sejak kemarin, Rabu, 8 Mei 2019. "Sudah turun kemarin, harga naiknya sehari saja," ujarnya.

    Menurut dia, harga bawang putih sudah turun menjadi 70 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 90 ribu hingga 100 ribu sejak dua pekan sebelum Ramadan yang jatuh pada Senin lalu, 6 Mei 2019. Padahal, sebelumnya 40 ribu per kilogram.

    Catiri mengatakan pasokan bawang putih dari Pasar Keramat Jati. Setiap minggu dia memasok banyak bawang tetapi semenjak kenaikan harga dia hanya memasok paling banyak 5 kilogram. 

    "Setiap beli saya nitip sama teman yang punya mobil, nanti saya kasih ongkos Rp 2.000 per kilo," ujar Catiri.

    Catiri mengeluhkan pembeli yang awalnya beli bawang putih setengah kilo sekarang menjadi seperempat. Sedangkan untuk pembeli yang menggunakan untuk usaha yang awalnya beli sekilo hanya bisa beli setengah kilo.

    LihatHarga Bawang Putih Meroket, Pembeli di Pasar Kramat Jati Menjerit .

    Selain bawang putih, harga sayur-sayuran seperti bayam, daun ubi, kacang panjang, dan juga pare ikut naik. Yang semula harga Rp 3.000  menjadi Rp 5.000 per ikat.

    Kamila (45), pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga bawang putih yang menyebabkan naiknya semua barang. "Harga sayur sekarang Rp 5.000. Melonjaknya enggak kira-kira," ujar dia.

    Dia berharap kalau bisa semua harga, terutama kebutuhan dapur, bisa normal kembali. Kalaupun harga naik jangan sampai terlalu tinggi, apalagi menjelang Idul Fitri.

    Muh. Halwi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?