Saksi Tak Hadir, Sidang Mafia Bola Joko Driyono Ditunda

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono tiba di PN Jakarta Selatan dengan tangan diborgol  untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Senin, 6 Mei 2019. Dalam kasus ini, ia disangka memerintahkan anak buahnya untuk merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono tiba di PN Jakarta Selatan dengan tangan diborgol untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Senin, 6 Mei 2019. Dalam kasus ini, ia disangka memerintahkan anak buahnya untuk merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang kasus penghilangan barang bukti praktek mafia sepak bola dengan terdakwa Joko Driyono hari ini terpaksa ditunda. Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu tak bisa digelar karena saksi berhalangan hadir. 

    Baca: Mantan Pemain Timnas Soal Joko Driyono: Semua Orang Pernah Salah

    “Saksi berhalangan hadir karena sedang tugas di tempat lain. Kebetulan saksi yang dipanggil adalah dari Polda Metro Jaya,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Hendradi dalam persidangan, Kamis, 9 Mei 2019.

    Hakim Ketua Kartim Haerudin pun memutuskan persidangan Jokdri, sapaan Joko Driyono, ditunda dan dilanjutkan kembali pada 28 Mei 2019 mendatang.

    Alasannya, Kartim hendak menjalani ibadah serta hakim anggota lainnya memiliki jadwal persidangan lain. “Setelah tanggal 28 nanti, sidang akan dilakukan seminggu dua kali. Biar cepat perkara ini,” tutur Kartim.

    Sebelumnya, pada sidang perdana JPU mendakwa Jokdri dengan Pasal 363 ayat 1 ke-3 dan ke-4 KUHP, Pasal 235 jo pasal 231 Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Pasal 235 jo Pasal 233 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. "Ancaman hukumannya penjara selama tujuh tahun," kata Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendradi dalam sidang.

    Jokdri didakwa telah melakukan kejahatan dengan maksud menutupi atau menghalangi, atau mempersulit penyidikan. Ketika itu dia menjabat Plt ketua Umum PSSI.

    Selain itu, dia didakwa karena menghancurkan, menghilangkan, menyembunyikan barang-barang atau berkas kejahatannya. Joko Driyono mengambil kepingan Digital Video Recorder (DVR) atau perangkat penyimpan rekaman video CCTV dan satu unit Laptop HP Note Book.

    Kedua barang bukti tersebut diambil dari ruang kantor PT Liga Indonesia di Gedung Rasuna Office Park Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas Setiabudi, Jakarta Selatan, pada 1 Februari 2019, sekitar pukul 01.00.

    Baca: Ini Skenario Gagal Joko Driyono Curi Barang Bukti Pengaturan Skor

    Dalam menjalankan kejahatannya itu, menurut Sigit, Joko Driyono dibantu oleh dua anak buahnya, yakni Muhamad Mardani Morgot dan Herwindyo. Jokdri menyuruh Mardani mengambil barang bukti kepingan DVR CCTV dan sebuah laptop HP Note Book dari dalam ruang kerjanya yang telah diberi garis polisi. "Bahwa dalam melakukan perbuatan tersebut terdakwa tidak memiliki izin dari penyidik Satgas Antimafia Sepak Bola,” ujar Jaksa Sigit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.