Buka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal Jadi Wisata Religi di DKI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim menyantap takjil saat berbuka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Umat Muslim menyantap takjil saat berbuka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan jemaah memadati selasar utama Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu petang, bersiap untuk buka puasa bersama yang disediakan gratis.

    Baca: Masjid Istiqlal Sediakan Ribuan Porsi Menu Buka Puasa Setiap Hari

    Ningsih (42) warga Ambon yang baru tinggal di Jakarta, memanfaatkan momen Ramadan ini untuk berwisata religi di Masjid istiqlal bersama tiga orang anaknya. 

    "Sengaja bawa anak-anak ke sini (Istiqlal) untuk belajar tentang berbagi dan kebersamaan saat Ramadan," kata Ningsih, saat ditemui di Masjid Istiqlal.

    Ningsih dan ketiga putranya duduk terpisah dari ribuan jemaah yang sudah berdatangan sejak pukul 17.00 WIB. Mereka pun membawa sendiri makanan buka puasa atau takjil yang dibeli dari salah satu restoran cepat saji.

    Tiga putra Ningsih, yakni Aldi (19), Aidil (8), dan Alfi (6) terlihat lahap menyantap menu berbuka berupa ayam goreng dan nasi yang dibelinya.

    Menurut Ningsih, hari ini kebetulan ketiga putranya baru datang dari Ambon. Dia langsung membawanya ke Masjid Istiqlal sambil jalan-jalan sore mengenalkan ibu kota dan menikmati buka puasa bersama dengan warga Jakarta.

    "Saya mau kasih ajar ke anak-anak saya, di Jakarta banyak orang mampu tapi tidak pelit, mau berbagi dengan yang lain, seperti Ramadan ini," kata istri dari pegawai Bea Cukai itu.

    Ningsih baru tiga bulan berada di Jakarta, tinggal di kawasan Rawamangun, ikut suaminya yang pindah dinas. Keempat anaknya masih menetap di Ambon. Baru hari ini ketiga putra dan satu orang putrinya tiba di Jakarta.

    Ningsih yang tinggal di Rawamangun, dan mulai hari ini dua putranya akan pindah sekolah dari Ambon ke Jakarta. Sedangkan putra sulungnya berencana akan melanjutkan kuliah mengambil jurusan hukum.

    "Ada rasa bangga juga bisa menikmati buka puasa bersama dan salat di masjidnya ibu kota negara, Jakarta gitu loh," kata Ningsih.

    Sementara itu, Aldi putra sulung Ningsih merasakan suasana berbeda saat buka puasa bersama di Masjid Istiqlal.

    Kesan yang dirasakannya adalah kebersamaan umat Islam yang begitu banyak. Terlihat saat kumpul berbuka puasa bersama.

    "Ini pengalaman pertama saya buka puasa di Istiqlal. Rasanya kagum aja, liat umat Islam bersama-sama menikmati buka puasa," kata Aldi, lulusan SMA Negeri 1 Ambon.

    Hampir setiap hari Masjid Istiqla dipadati orang yang datang untuk berbuka puasa bersama. Panitia masjid menyediakan buka puasa gratis sebanyak 3.000 sampai 3.500 kotak.

    Pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu, jumlah kotak yang disediakan bertambah sebanyak 4.000 kotak.

    Selain Ningsih, pengunjung Masjid Istiqlal juga datang dari berbagai daerah seperti Bogor, Depok, dan Tangerang.

    Mereka ada yang jemaah masjid, ada juga musafir atau orang yang dalam perjalanan maupun tuna wisma dan kaum duafa. Bahkan ada juga warga negara asing yang kebetulan berkunjung ke Istiqlal.

    Rentang usia yang datang pun beragam, mulai dari tua, muda hingga balita yang dibawa oleh orang tuanya.

    Alasan mereka datang beragam, ada yang memang berniat mau salat di Istiqlal, ada juga karena kebetulan lewat dan sudah mendekati waktu berbuka lalu singgah, namun ada juga yang datang setiap hari hanya untuk mendapatkan buka puasa gratis.

    Baca:  Buka Puasa Hari Pertama, Masjid Istiqlal Dipadati Pendatang

    "Semua yang datang kita bagi, tidak hanya untuk umat Islam saja, siapa pun yang datang. Pernah ada warga negara asing, bahkan ada yang hampir tiap hari datang sengaja untuk dapatkan makanan buka puasa gratis," kata Hasanuddin, Koordinator Takjil Masjid Istiqlal.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.