Sidang Ratna Sarumpaet, Psikiater Singgung Operasi yang Meleset

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet (kiri) mendengarkan keterangan saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 25 April 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ratna Sarumpaet (kiri) mendengarkan keterangan saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 25 April 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Dokter psikiater Ratna Sarumpaet, Fidiansyah, mengatakan dampak dari operasi sedot lemak yang tidak sesuai harapan bisa memperburuk kondisi depresi yang diidap kliennya.

    Soalnya, pascaoperasi, wajah Ratna menjadi lebam-lebam.

    Baca : JPU Dalami Alasan Ratna Sarumpaet Bohong Karena Malu

    “Apa yang kemudian mungkin dia rasakan sebagai tindakan operasi tiba-tiba tidak sesuai. Operasi kan menjadi lebih cantik, lebih segar, dan sebagainya. Kalau tidak sesuai maka akan bereaksi,” tutur Fidiansyah saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.

    Pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, sempat bertanya kepada Fidiansyah apakah depresi terkontrol yang diidap Mengakibatkan Ratna berbohong. Fidi, panggilan Fidiansyah, pun menjawab kalau reaksi terhadap ketidak sesuaian hasil operasi yang dialami Ratna beragam. Namun, Fidi tak menjawab secara tegas apakah reaksi yang dilakukan Ratna adalah dengan berbohong itu. “Reaksinya akan bergabung pada kondisi individu itu. Semua hal bisa terjadi,” ucap dia.

    Sebelumnya Fidi menyebut Ratna mengidap depresi yang terkontrol. Ia mengatakanada tiga hal yang menandakan seseorang depresi. Pertama adalah perasaan sedih dan ketergantungan terhadap suatu hal, fungsi-fungsi psikomotorik yang menyebabkan seseorang menarik diri, tidak semangat, dan tidak dapat beraktivitas.

    Penanda terakhir adalah keluhan-keluhan terkait gangguan biologis. Fidi mengatakan hal-hal itu tidak ditemukan secara signifikan dalam diri Ratna karena rutin mengonsumsi obat antidepresan.

    Ia hanya merasa depresi akibat masa lalu ketika suaminya meninggal, hidup sebagai orang tua tunggal, serta terbebani permasalahan lain yang berkaitan dengan kegiatannya sebagai aktivis. “Termasuk apa yang sudah terjadi setelah operasi tiba-tiba tidak sesuai,” ujar Fidi.

    Jaksa Penuntut Umum Daroe Tri Sadono menduga tujuan pengacara terdakwa Ratna Sarumpaet menghadirkan saksi dokter psikiater Fidiansyah untuk membuktikan kalau Ratna tengah depresi saat melakukan kebohongan. “Kami melihatnya dari pihak penasehat hukum berharap bahwa kondisi terdakwa dapat dikategorikan tidak mampu bertanggung jawab,” ujar Daroe usai persidangan.

    BacaStaf Pribadi Ungkap Keinginan Ratna Sarumpaet Bunuh Diri 

    Menurut Daroe, kesaksian Fidiansyah justru menyatakan sebaliknya. Ia menyebut kalau kondisi Ratna tengah depresi, namun terkontrol. Ratna pun disebut dapat beraktivitas secara normal dan memiliki kesadaran penuh atas apa yang dia kajuka.

    “Artinya tidak sampai hal-hal yang berlebihan. Tetap dalam kontrol diri yang bersangkutan,” tutur Daroe. “Kepada yang bersangkutan (Ratna Sarumpaet) dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.