Massa Demo Bawaslu Bertambah, Polisi Tutup Jalan Thamrin

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengarahkan sejumlah mobil yang terjebak di jalan MH Thamrin, di depan Gedung Bawaslu RI, akibat unjuk rasa massa BPN Prabaowo dan Persaudaraan Alumni 212, GNPF, dan FPI di pada Jumat, 10 Mei 2019/TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Polisi mengarahkan sejumlah mobil yang terjebak di jalan MH Thamrin, di depan Gedung Bawaslu RI, akibat unjuk rasa massa BPN Prabaowo dan Persaudaraan Alumni 212, GNPF, dan FPI di pada Jumat, 10 Mei 2019/TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi akhirnya menutup ruas Jalan M.H. Thamrin dari Bundaran HI hingga simpang Sarinah. Keputusan penutupan jalan diambil setelah massa gabungan asal Persaudaraan Alumni 212, GNPF Ulama, dan FPI yang berdemonstrasi di depan Gedung Bawaslu semakin banyak.

    Baca:
    Pasukan Sorban Pengawal Massa BPN Prabowo Diejek di Bawaslu

    Jalan ditutup sekitar pukul 14.50 WIB setelah dua jam aksi tersebut berlangsung. "Ditutup sementara yang dari Bundaran HI hingga depan Sarinah," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf saat ditemui di depan Gedung Bawaslu, Jumat 10 Mei 2019.

    Yusuf mengatakan rekayasa lalu lintas memang bersifat situasional. Awalnya kata dia, kendaraan masih bisa melintas di Jalan MH Thamrin menuju Monas, namun karena massa semakin membeludak kepolisian pun menutup satu ruas jalan tersebut. "Yang ditutup hanya arah Monas," ujarnya.

    Yusuf mengatakan mengerahkan sebanyak 600 personel khusus untuk mengatur lalu lintas. Rencananya, ruas jalan akan ditutup hingga massa membubarkan diri.

    Baca:
    Emak-emak Demo Bawaslu Pakai Mahkota Daun Palma, Maksudnya?

    Pantauan Tempo Jalan M.H. Thamrin ditutup sampai lampu merah Sarinah. Selain itu, layanan bus Transjakarta di Halte Sarinah juga terhenti sementara. Bahkan, ada dua bus Transjakarta diminta mundur lagi kembali ke arah Bundaran HI. 

    Anggota Laskar Pembela Islam mulai berkumpul di depan Kantor Bawaslu mengawal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga melaporkan dugaan kecurangan pemilu, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. TEMPO/IRSYAN HASYIM

    Menurut juru bicara PA 212 Novel Bamukmin, massa dikerahkan untuk mendampingi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi melaporkan kepada melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019. "Ini bukan demo, tapi mau lapor ke Bawaslu," ujarnya. 

    Baca:
    Demo di Bawaslu, Massa Pendukung Prabowo Tutup Ruas Jalan Thamrin

    Rencana melaporkan kecurangan Pemilu tersebut juga sudah disampaikan BPN dalam konferensi pers sehari sebelumnya. Direktur Relawan BPN, Ferry Juliantono, menuturkan rencana timnya melaporkan temuan kecurangan Pemilu 2019 secara resmi ke Bawaslu. Mereka juga akan melaporkan hal itu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

     

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.