Kisah dari Busway Transjakarta, Bus Dipukul Bambu Dipaksa Mundur

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dari massa pemenangan Prabowo terlihat memukul kaca pengemudi bus Transjakarta yang melintas di depan Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Seorang dari massa pemenangan Prabowo terlihat memukul kaca pengemudi bus Transjakarta yang melintas di depan Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Demonstrasi massa pemenangan capres-cawapres Prabowo-Sandi di depan Gedung Bawaslu sempat diwarnai ketegangan di jalur bus atau busway Transjakarta. Penyebabnya, massa dan bus yang sama-sama tak bisa bergerak.

    Baca:
    Demo di Bawaslu, Bus Transjakarta Berbagai Rute Terjebak Macet

    Massa memang tumpah ruah hingga menutup badan jalan dan busway di Jalan Thamrin arah Monas. Mereka membuat bus Transjakarta yang akan melintas mandek dan tersendat. Saat itu polisi belum memutuskan menutup jalan.  

    Sebagian massa malah menganggap lalu lalang bus Transjakarta mengganggu aksi mereka ke Bawaslu. Mereka lalu memblokade jalur dan meminta bus-bus mundur. Kericuhan lalu terjadi saat seorang dari massa memukul kaca pengemudi bus dengan bambu. 

    Tindakan itu sontak membuat anggota massa lainnya dan polisi bereaksi. Ada yang terlihat memegangi si pemukul dan memintanya menahan diri. Bus Transjakarta pun akhirnya mengalah dan mundur. 

    Baca:
    Emak-emak Demo di Bawaslu Pakai Mahkota Daun Palma, Maksudnya?

    Beruntung, kericuhan tak berlanjut. Polisi akhirnya memutuskan menutup jalan dan mengarahkan kendaraan yang terjebak di antara massa. Dari pantauan Tempo di lokasi, demo di Bawaslu berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan berlangsung kondusif. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.