Anies Katakan Palyja Tak Kooperatif Stop Swastanisasi Air

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengambil air saat peresmian fasilitas air siap minum (<i>drinking fountain</i>) oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Pembangunan <i>drinking fountain</i> ini juga dapat melengkapi fasilitas pendukung museum dari segi akses air minum yang sehat dan bersih bagi pengunjung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengunjung mengambil air saat peresmian fasilitas air siap minum (drinking fountain) oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Pembangunan drinking fountain ini juga dapat melengkapi fasilitas pendukung museum dari segi akses air minum yang sehat dan bersih bagi pengunjung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan PT Lyonnaise Jaya atau Palyja tak kooperatif bahkan tak menunjukkan itikad yang baik dalam proses penghentian swastanisasi air di Jakarta. Tindakan perusahaan swasta itu, menurut dia, membuat pembahasan penghentian swastanisasi air dengan Palyja mandek.

    "Palyja tidak kooperatif dan itikad untuk bertanggungjawab atas penyediaan air warga Jakarta tidak muncul di situ," ujar Anies di Gedung PKK Melati Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Mei 2019. "Palyja meeting aja susah."

    BacaAnies Ambil Alih Pengelolaan Air di Jakarta, Palyja Bilang Begini

    Menurut Anies, sikap kooperatif justru datang dari PT Aetra Air Jakarta. perusahaan operator air bersih lainnya. Aetra bahkan sudah menyetujui head of agreement (HoA) dengan PD PAM JAYA.

    Dia menyatakan sikap tak kooperatif Palyja akan dicatat oleh masyarakat sebagai perusahaan yang tak mau bertanggung jawab dan membantu agar orang miskin di Jakarta memiliki akses air bersih. "Kalau terhambat perusahaan swasta seperti ini, ya ini masalah."

    Proses pengambilalihan pengelolaan air dari swasta sudah dilakukan sejak 11 Februari 2019. Saat itu, Gubernur Anies mengumumkan DKI akan menyetop swastanisasi air menggunakan rekomendasi dari Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum setelah mengkaji selama sekitar enam bulan.

    Rekomendasi tersebut adalah status quo/membiarkan kontrak selesai sampai dengan waktu berakhirnya yaitu 2023, pemutusan kontrak kerja sama saat ini juga, dan pengambilalihan pengelolaan melalui tindakan perdata.

    Lihat jugaSoal Swastanisasi Air, Anies Diminta Beberkan Hasil Kajian Timnya

    Menurut Anies, DKI mengambil rekomendasi yang terakhir, yakni pengambilalihan melalui tindakan perdata. Sebagai langkah awal ia meminta Dirut PAM JAYA Bambang Hernowo untuk membuat HoA. Namun, selang tiga bulan setelah diumumkan baru Aetra yang menyepakati empat poin HoA yang diajukan oleh PAM JAYA. Sedangkan Palyja belum memberikan titik terang.

    M. JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.