Antisipasi Petugas Tumbang Saat Pleno, Ini Langkah KPU DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum atau KPU DKI Jakarta menyatakan telah mengantisipasi adannya penyelenggara yang kelelahan dan sakit saat menjalankan pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi. Pleno rekapitulasi tingkat provinsi telah dimulai sejak 9 Mei dan ditargetkan selesai hari ini.

    Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan telah menyiapkan tenaga medis yang bersiap memeriksa kesehatan petugas yang mengikuti pleno rekapitulasi suara. "Tenaga medis dari Dinas Kesehatan DKI turun langsung," kata Betty saat dihubungi Tempo, Sabtu, 11 Mei 2019.

    Baca: 4 Partai Walk Out di Pleno Rekapitulasi DKI, KPU: Tidak Berdampak

    Selain itu, KPU menyiapkan dua tempat tidur untuk istirahat penyelenggara yang kelelahan di Hotel Bidakara, tempat dilaksanakannya pleno tingkat provinsi. "Satu mobil ambulance juga disiapkan untuk mengantisipasi ada yang sakit dan perlu penanganan di rumah sakit," kata Betty.

    KPU pun menyediakan ruangan khusus untuk istirahat semua orang yang terlibat dalam pleno ini, seperti pengawas, wartawan dan saksi. KPU menganjurkan semua pihak yang terlibat dalam proses rekapitulasi tingkat provinsi makan yang sehat. "Bagi yang muslim karena memang puasa makan yang baik dan berbuka dengan yang sehat," kata Betty.

    Baca: Hitung Suara Dua Kota Belum Kelar, KPU DKI Tunda Pleno Hari Ini

    Kementerian Kesehatan menyelesaikan investigasi atas meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Riau. Salah satu penyebab meninggalnya para petugas itu adalah gagal jantung.

    Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, 11 Mei 2019, Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan data KPU pusat per tanggal 10 Mei 2019 bahwa petugas KPPS meninggal dunia di DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Kepulauan Riau tiga jiwa, dan Sulawesi Tenggara enam jiwa. Laporan investigasi Dinas Kesehatan menyebutkan korban meninggal dari DKI Jakarta disebabkan oleh Infarc Miocard, gagal jantung, komahepatikum, stroke, respiratory failure, dan meningitis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.