DKI Belum Sediakan Shuttle Bus di Park And Ride MRT Lebak Bulus

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan sepeda motor milik penumpang MRT Jakarta terparkir di Park and Ride Stasiun Lebak Bulus, Senin 1 April 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Ratusan sepeda motor milik penumpang MRT Jakarta terparkir di Park and Ride Stasiun Lebak Bulus, Senin 1 April 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Shuttle bus yang akan mengantar penumpang dari lahan parkir atau park and ride menuju Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan belum tersedia. Dari pantauan Tempo pukul 10.30 WIB, pengendara tampak berjalan kaki ke stasiun MRT.

    Selama 30 menit menunggu, Tempo tak melihat ada bus yang melayani pengendara di park and ride. Petugas yang berjaga di sekitar lahan parkir juga berujar tidak ada shuttle bus di sana.

    Baca: Park and Ride Bakal Dibangun di 5 Titik Perbatasan DKI

    Salah satu warga, Eka Angga, hari ini menyempatkan diri jalan-jalan dengan keluarga. Ia memutuskan memarkirkan kendaraan di park and ride dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta MRT.

    Eka merasa berjalan kaki dari park and ride ke Stasiun MRT Lebak Bulus cukup jauh. Jaraknya sekitar 300 meter.

    Ia berharap ke depannya pemerintah daerah segera menyediakan shuttle bus. Menurut Eka, tak masalah bila perjalanan rute bus panjang karena harus memutar ketimbang jalan kaki. "Enggak masalah muter-muter," kata Eka saat ditemui di stasiun, Ahad, 12 Mei 2019.

    Baca: Anies Sediakan Shuttle Bus dari Park and Ride ke Stasiun MRT Lebak Bulus

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan PT Transjakarta akan menyediakan shuttle bus dari park and ride ke Stasiun MRT Lebak Bulus. Menurut Anies, bus penumpang dari park and ride ke stasiun dan sebaliknya akan beroperasi secara reguler.

    Park and ride di stasiun MRT Lebak Bulus telah beroperasi sejak April lalu bersamaan dengan operasional MRT. Lahan itu khusus disiapkan untuk para pengguna kendaraan pribadi yang berpindah moda ke MRT.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.