Ancaman Penggal Jokowi, Kata Joman Jika Pelaku Tidak Dihukum

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mayarakat Kampung Anti Hoax, mengenakan penutup wajah bergambar Capres nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi, dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat aksi Ruwatan Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 24 April 2019. Aksi tersebut digelar sebagai syukuran pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019. ANTARA/Maulana Surya

    Mayarakat Kampung Anti Hoax, mengenakan penutup wajah bergambar Capres nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi, dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat aksi Ruwatan Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 24 April 2019. Aksi tersebut digelar sebagai syukuran pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer menyatakan bahwa ancaman membunuh Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi sudah meresahkan. Menurut dia, lebih berbahaya lagi jika pelaku tak dihukum. Pengancam Jokowi, HS, dicokok polisi tadi pagi di Bogor.

    BacaAncaman Penggal Jokowi, Pelapor Ungkap Efeknya Bagi Presiden

    Immanuel menuturkan dirinya khawatir akan ada lagi orang yang melakukan ancaman serupa terhadap Presiden Jokowi juga presiden-presiden selanjutnya. Marwah kepala negara dan kepala pemerintahan RI tak dijaga sendiri oleh warga negara pemilik 17 ribu lebih pulau tersebut.

    "Kalau semua orang berpendapat semaunya seperti itu nanti akhirnya semua pada ikut, bagaimana?" kata Immanuel saat dihubungi pada Minggu, 12 Mei 2019. "Misal, saya tidak suka wartawan meliput saya. Saya bunuh, ah. Kan kacau."

    Dia mengatakan ancaman membunuh itu menakutkan masyarakat, apalagi jika yang disasar adalah presiden. Immanuel berpendapat, jika ada yang tak suka dengan Jokowi dalam konteks politik silakan dibalas juga tindakan politik, misalnya tidak memilih Jokowi dalam Pemilu 2019.

    "Kalau enggak suka, jangan pilih. Gitu aja sih, enggak susah kan?" ujar dia. "Kami mau kasih pendidikan politik untuk rakyat."

    Wakil Sekretaris DPP Joman, Yeni Marlina, melaporkan pengancam Jokowi yang viral di media sosial. Laporan dialamatkan ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 11 Mei 2019, sekitar pukul 16.00 WIB dan teregistrasi Nomor LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

    LihatPolisi Tangkap Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi

    Kepala Bidang Humas Polda Komisaris Besar Argo Yuwono menyampaikan, polisi telah menangkap HS, 25 tahun, di Perumahan Metro, Parung, Kebupaten Bogor, pada hari ini, Minggu, 12 Mei 2019, sekitar pukul 08.00.

    Menurut Argo, HS diduga melanggar Undang-Undang ITE karena mengancam membunuh Presiden Jokowi. HS mengancam Jokowi dengan mengatakan via media sosial, "Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah."

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.