Operasi Keselamatan Jaya, Polisi Tindak 72 Ribu Pelanggaran Lalin

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi meminta pengendara motor yang melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca, untuk menepi, saat Operasi Patuh Jaya, di Jakarta, 2 Mei 2018. Pelanggaran lalu lintas paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Twitter.com

    Polisi meminta pengendara motor yang melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca, untuk menepi, saat Operasi Patuh Jaya, di Jakarta, 2 Mei 2018. Pelanggaran lalu lintas paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menemukan 72.389 pelanggaran selama 14 hari Operasi Keselamatan Jaya 2019. Jumlah tersebut terhitung sejak operasi digelar pada 29 April sampai Ahad, 12 Mei kemarin.

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf mengatakan kendaraan yang terjaring razia tersebut ditindak dengan teguran hingga ditilang. "Jumlah penindakan 58.873 teguran, 13.615 ditegur," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 Mei 2019.

    Baca: Operasi Keselamatan Jaya Jaring Pengendara yang Sedang Gunakan HP

    Dari catatannya, Yusuf menyebutkan jumlah pelanggaran paling tinggi adalah melawan arus, yaitu sebanyak 2.419 pelanggar. Selain itu, kendaraan roda dua tercatat mendominasi pelaku pelanggaran dengan jumlah 9.152 kendaraan.

    Untuk lokasi pelanggaran lalu lintas paling tinggi, kata Yusuf, terjadi di kawasan pusat pembelanjaan dengan 4.412 pelanggaran.

    Baca: Lawan Arus Pelanggaran Terbanyak di Operasi Keselamatan Jaya

    Selama operasi, Yusuf juga mencatat adanya kecelakaan lalu lintas sebanyak 133 kejadian. Ada 124 kecelakaan di lokasi operasi dan 9 kecelakaan di luar lokasi.

    Dalam operasi Keselamatan Jaya, Polda Metro Jaya mengerahkan 2.300 personel gabungan dari Ditlantas, Direktorat Samapta Bhayangkara, dan Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.