Rekapitulasi DKI Masih Pending, Penyebabnya Jakarta Timur

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat pleno rekapitulasi suara hasil pemilu tingkat provinsi DKI Jakarta masih ditunda hingga Senin pagi. Pleno ditunda karena menunggu hasil rekapitulasi dari Kota Administratif Jakarta Timur.

    Baca: Rekapitulasi Suara di Jakarta Timur Meleset dari Target, Kenapa?

    "Rekapitulasi tingkat provinsi masih pending, menunggu Jakarta Timur," ujar Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos di Jakarta, Senin 13 Mei 2019.

    Sebelumnya, KPU DKI menargetkan rekapitulasi tingkat provinsi selesai pada Minggu, 12 Mei. Namun karena masih ada daerah di Jakarta Timur yang belum menyelesaikan penghitungan di tingkat kota, pleno akhirnya ditunda hingga Senin, 13 Mei.

    Menurut Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana, rekapitulasi wilayah tersebut sudah memasuki tahap penyelesaian untuk tiga kecamatan yang tersisa, yaitu Cakung, Duren Sawit dan Pulo Gadung.

    "Sejauh ini sudah tujuh, tinggal tiga lagi. Yang tiga juga sudah tinggal finishing (penyelesaian)," ungkap Wage.

    Baca: Hari Terakhir, Rekapitulasi Suara di DKI Belum Dilanjutkan

    Wage mengungkapkan salah satu alasan mengapa rekapitulasi tingkat Jakarta Timur membutuhkan waktu yang cukup lama adalah karena jumlah penduduk yang dicakup cukup besar, khususnya di Kecamatan Cakung yang memiliki 1.461 tempat pemungutan suara (TPS). Jakarta Timur merupakan daerah dengan jumlah TPS terbanyak di Provinsi DKI Jakarta dengan 8.234 TPS yang mencakup 2.246.279 daftar pemilih tetap (DPT).



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.