Pengeroyokan Saksi Partai NasDem, Ini Kata Ketua PDIP Bekasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penganiayaan

    Ilustrasi penganiayaan

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua DPC PDI Perjuangan Soleman dilaporkan ke Polres Metro Bekasi atas dugaan kasus pengeroyokan. Pelapornya adalah Kader Partai NasDem Taih Minarno yang merupakan korban pengeroyokan.

    "Sah-sah saja Taih melaporkan atas nama saya," kata Soleman ketika dikonfirmasi, Senin malam, 13 Mei 2019.

    Baca : Polisi Antisipasi Bentrokan Pasca Pengeroyokan Berujung Maut di Lubang Buaya

    Soleman membantah telah melakukan pengeroyokan kepada Taih pada Ahad dini hari, 12 Mei 2019 di kawasan Lapangan Serbaguna, Kecamatan Tambun Selatan. "Memang ada bangku melayang dua, entah darimana saya juga enggak tahu," kata Soleman.

    Ia berargumen waktu kejadian kondisi lokasi gelap. Adapun di depannya ada sebuah meja dan kawan-kawannya dari relawan pendukung Capres-Cawapres 01 Joko Widodo-Maruf Amin. "Eggak mungkin dari (lemparan meja) dari saya posisinya terjepit, kalau saya ngelempar kursi kena kepala kawan-kawan," kata Soleman.

    Soleman menuturkan, peristiwa itu bermula ketika terjadi kontestalasi politik di wilayah Tambun yang tak bagus. Taih, kata dia, merupakan Caleg NasDem dari Dapil V yang datang ke Dapil III sebagai saksi Partai NasDem. "Khususnya koalisi TKN di Tambun ini tidak kenal Taih," kata dia.

    Ia menduga ada dugaan penggelembungan suara, sehingga diputuskan untuk membuka kotak suara di wilayah Jatimulya. Diduga, Taih ketakutan lalu emosi. Belum lagi, menurut dia, posisi NasDem di Jatimulya sedang digugat oleh PKS.

    "Setelah kita rapat dengan KPU, Polres dan Bawaslu ternyata dia mau menyetop apa yang sudah kita komitmenkan dengan PPK, yang sudah ada berita acaranya. Disitulah kawan-kawan 01 agak sedikit emosi sama Taih," kata dia.

    Usai kegaduhan itu, Soleman mengaku keluar. Soleman meminta anak buahnya memanggil Taih. Tak lama kemudian Taih datang, dalam posisi jarak sekitar tujuh meter, ada yang melempar kursi. "Kejadiannya begitu cepat," ujar dia.

    Soleman tak mempermasalahkan kasus itu dilanjutkan sampai ke penyidikan. Ia memiliki saksi-saksi di lokasi bahwa tidak melakukan pengeroyokan. Tapi, ia menghargai jika kasus tersebut diselesaikan secara damai, apalagi Taih merupakan anggota Tim Kampanye Daerah (TKD) untuk pemenangan Jokowi-Maruf Amin di Kabupaten Bekasi.

    Simak pula :

    Sudah Batal Manggung, Grup Band Ini Jadi Korban Pengeroyokan

    "Tadi saya juga sudah ke rumah sakit walaupun ditolak, kalau memang dia mau lanjut dengan bukti-bukti enggak masalah, apalagi damai," ujar Soleman.

    Sebelumnya, Taih menyebut dikeroyok oleh empat orang. Dua di antaranya adalah Soleman dan sopirnya. Taih mengalami babak belur dan sempat dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi akibat pengeroyokan tersebut. Taih telah membuat laporan polisi ke Polres Metro Bekasi dengan nomor laporan: LP/498/356-SPKT/K/V/2019/Restro Bekasi. Ia mengadukan SL dan kawan-kawan sesuai dengan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pengeroyokan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.