Tambang Emas Gunung Pongkor Longsor, Jumlah Korban Versi Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan melakukan pernertiban dan pembongkaran 1. 113 gubuk dan bangunan yang dijadikan sebagai tempat pengolahan emas ilegal di Pongkor, Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. TEMPO/M SIDIK PERMANA

    Petugas gabungan melakukan pernertiban dan pembongkaran 1. 113 gubuk dan bangunan yang dijadikan sebagai tempat pengolahan emas ilegal di Pongkor, Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. TEMPO/M SIDIK PERMANA

    TEMPO.CO, Bogor –Kapolsek Nanggung Ajun Komisaris Asep Saefudin mengklarifikasi jumlah korban longsor tambang emas Gunung Pongkor di Kabupaten Bogor.

    Baca: Longsor Gunung Pongkor 5 Gurandil Tewas, Ini Kata Bupati Bogor

    Sebelumnya dikabarkan ada puluhan penambang emas ilegal alias gurandil yang menjadi korban longsor di Gunung Pongkor, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

    “Jadi ini meluruskan berita simpang siur, semua korban tuh ada delapan, 2 dalam keadaan meninggal kita temukan, kemudian 6 dalam keadaan selamat,” kata Asep ditemui Tempo, Selasa 14 Mei 2019.

    Asep mengatakan, korban selamat maupun meninggal saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga. “Untuk korban selamat saat ini sedang dalam pemulihan nanti kita akan meminta keterangan lagi lebih lanjut, sekalian mengecek seperti apa kondisi terakhir para korban,” kata Asep.

    Asep mengatakan, hingga hari ketiga pasca kejadian, polisi masih terus menghimpun informasi terkait dugaan masih ada puluhan korban lainnya yang diduga masih tertimbun

    “Kami sudah himpun seluruh informasi, dan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi baik dalam terkubur hidup dan lain sebagainya. Tidak ada,” kata Asep.

    Asep menyayangkan penyebaran informasi simpang siur yang menyatakan korban meninggal 5 orang dan puluhan lainnya masih tertimbun. Untuk mengusut peredaran informasi simpang siur itu, polisi telah memanggil penyebar informasi yakni anggota PMI atas nama Deni Endarto.

    “Kami pun sudah memanggil yang bersangkutan. Dia mengaku tidak datang ke lokasi dan menerima informasi dari saudara Eri Suherlan dengan tujuan meminta bantuan evakuasi,” kata Asep.

    Untuk itu Asep menegaskan jika jumlah korban akibat kejadian itu hanya delapan, dua meninggal dan enam selamat.

    Sebelumnya saat dikonfirmasi Tempo pada Senin 13 Mei 2019 malam, Anggota PMI, Deni Endarto mengatakan, akibat kejadian longsor Gunung Pongkor pada Minggu 12 Mei 2019 dinihari sekitar pukul 01.00, sebanyak lima orang meninggal dunia tanpa identitas dan tiga orang dinyatakan selamat.

    “Diduga masih ada puluhan penambang yang tertimbun di lokasi,” sebut Deni saat dikonfirmasi.

    Baca: Gunung Pongkor Longsor, 5 Penambang Emas Tewas

    Data tersebut pun lantas di upload oleh Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitter @Sutopo_PN. Disebutkan bahwa longsor tambang emas Gunung Pongkor terjadi pada Minggu 12 Mei 2019 sekitar pukul 15.00, sebanyak 20 orang diduga tertimbun longsor, lima di antaranya meninggal dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.