Habis Rp 200 Juta Gagal ke DPRD Bekasi, Tukang Cakwe Tetap Nyaleg

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nur Wahid, pedagang cakwe yang menjadi Caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra. TEMPO/Adi Warsono

    Nur Wahid, pedagang cakwe yang menjadi Caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra. TEMPO/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi -Caleg Partai Gerindra yang juga pedagang jajanan cakwe, Nur Wahid, dipastikan tak mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Bekasi periode 2019-2024.

    Sebab, perolehan suaranya tidak mencukupi untuk mengantarkannya ke parlemen daerah itu.

    Baca juga : Tukang Cakwe Ini Gagal ke DPRD Bekasi Meski Habiskan Rp 200 Juta

    Nur Wahid yang bertarung di daerah pemilihan III mencakup Kecamatan Rawalumbu, Mustikajaya, dan Bantargebang hanya mendapatkan 1020, kalah banyak dari Caleg separtai yang merupakan ketua Partai Gerindra Kota Bekasi Ibnu Hajar Tanjung dengan suara sebanyak 5754.

    Tapi, sebagai pendatang baru yang mendapatkan nomor urut buncit yaitu sembilan, Nurwahid mampu mengalahkan tiga caleg nomor urut di atasnya, dimana ketiganya tak sampai memperoleh 1000 suara.

    Meski gagal, pria asal Jawa Tengah ini mengaku tidak kapok. "Insya Allah nanti kalau ada lagi, ya nyalon lagi," kata Nur Wahid di Bekasi, Selasa, 14 Mei 2019.

    Kegagalan pertama ini, menurut dia, menjadi sebuah pembelajaran ketika terjun ke dunia politik. Hal ini bagian dari persiapannya maju menjadi Caleg tahun 2024 mendatang. "Masih tetap di Partai Gerindra, tapi ingin masuk ke kepengurusan partai," ucap Nurwahid.

    Selama kampanye, Nurwahid yang memiliki belasan gerobak cakwe ini menghabiskan uang sekitar Rp 200 juta untuk sosialisasi kepada masyarakat di dapilnya. Ia tak mau berandai-andai dana yang disiapkan jika kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Bekasi. "Seadanya saja, enggak usah maksa maksaiin," ujar.

    Baca juga : DPRD Bekasi Segera Panggil Pemerintah Soal Sampah TPA Burangkeng

    Jika nyaleg lagi, Nurwahid ingin bertarung di dapil Bekasi Utara, sesuai dengan tempat tinggal aslinya.

    Hal ini menjadi bagian dari alasan target suaranya untuk ke DPRD Bekasi tak tercapai lantaran bertarung di Dapil Rawalumbu, Mustikajaya dan Bantargebang. "Saya kan aslinya dari Bekasi Utara, nyalonnya dari utara lah," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.