Viral Pesan Berantai Pembacokan Ojek Online di BSD, Polisi: Hoax

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembacokan. istimewa

    Ilustrasi pembacokan. istimewa

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Polres Tangerang Selatan menyatakan pesan berantai yang menyebut pembacokan yang menyasar pengemudi ojek online di BSD adalah hoax.

    Baca: Pembacokan di Daan Mogot, Panglima FBR Minta Anggota Tahan Diri

    "Hoax, tidak benar dengan adanya kabar tersebut, keamanan di Tangerang Selatan dijamin oleh Team Vipers yang akan setiap hari, selama Bulan Suci Ramadhan di malam sampai pagi hari, melakukan Patroli Gabungan Represif," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho, Rabu 15 Mei 2019.

    Jika dijumpai kejahatan, kata Alex pihaknya segera dilakukan tindakan tegas dan tidak akan ada istilah peringatan atau mediasi terhadap pelaku kejahatan.

    "Seperti penyitaan kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi surat sampai upaya penahanan terhadap pelaku kejahatan," ungkapnya. 

    Sebelumnya, beredar pesan berantai yang menyebutkan terjadi pembacokan di wilayah BSD dan 8 orang pengemudi ojek online menjadi korban. Pesan berantai melalui WhatsApp itu menyebutkan adanya pembacokan di wilayah BSD.

    Alex juga mengatakan bahwa apabila masyarakat menemukan tindak kejahatan di jalan, diharap langsung melapor ke kantor polisi agar segera ditindak lanjuti.

    "Masyarakat yang melihat tindak kejahatan segera melapor ke kantor polisi," ujarnya.

    Baca: Pembacokan Brutal di Bekasi, 2 Pria dan 1 Perempuan Jadi Korban

    Dalam pesan itu disebutkan bahwa begal dan gangster merajalela tengah melakukan perekrutan. Para calon anggota membacok korbannya pengendara motor secara acak dan motor korban tidak diambil. Delapan sopir ojek online disebutkan telah menjadi korban pembacokan geng itu.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.