Ancam Penggal Jokowi di Demo Bawaslu, Ini Motif Hermawan Susanto

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak depan rumah tinggal Hermawan Susanto (25) di Jalan Inspeksi Kali Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa 14 Mei 2019. Hermawan Susanto ditangkap setelah melontarkan ancaman memenggal kepala Presiden Jokowi. TEMPO/M HALWI

    Tampak depan rumah tinggal Hermawan Susanto (25) di Jalan Inspeksi Kali Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa 14 Mei 2019. Hermawan Susanto ditangkap setelah melontarkan ancaman memenggal kepala Presiden Jokowi. TEMPO/M HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya membeberkan alasan Hermawan Susanto, 25 tahun, melontarkan ancaman memenggal Presiden Jokowi di demo Bawaslu pada Jumat pekan lalu. 

    Baca: Tentang Hermawan Susanto, Bareng Ayah Dukung Prabowo dan Persija

    Kepada polisi yang memeriksanya pada Selasa malam, 14 Mei 2019, Hermawan beralasan dirinya tengah emosi saat melontarkan kata-kata tersebut. “Jadi motif yang dilakukan HS itu, dia emosi saat menyampaikan ucapan tersebut,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya pada Rabu, 15 Mei 2019.

    Kata Argo, penyidik tak dapat mempercayai begitu saja perkataan Hermawan. Polisi akan memeriksa saksi ahli untuk menganalisa gerak-gerik Hermawan saat mengancam Jokowi dalam video yang viral.

    “Ada saksi ahli untuk melihat durasi dia mengucapkannya, bagaimana dia mengikuti kamera, dan sebagainya,” ucap Argo.

    Hermawan Susanto menjadi perhatian publik setelah kalimat ancamannya terhadap Presiden Jokowi viral di media sosial. Dia mengatakan akan memenggal kepala Jokowi dalam video seorang peserta demonstrasi massa pendukung Prabowo di depan Gedung Bawaslu RI, Jumat 10 Mei 2019.

    Setelah video itu viral, Hermawan dan ayahnya melarikan diri ke Parung, Bogor. Hermawan ditangkap di rumah budenya di Parung pada Minggu pagi.

    Dia kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya didampingi sang ayah. 

    Hermawan terancam pasal berlapis, yaitu Pasal 104 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidana maksimalnya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama 20 tahun.

    Baca: Hermawan Susanto Ancam Jokowi Dikenal Pendiam dan Saleh

    Hermawan Susanto diduga dengan sengaja mengucapkan kata-kata “Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah”. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.