Polisi Tangkap Penyebar Video Ancaman Penggal Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HS, pria yang diduga mengancam Jokowi saat aksi unjuk rasa pekan lalu menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya pada Selasa, 14 Mei 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    HS, pria yang diduga mengancam Jokowi saat aksi unjuk rasa pekan lalu menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya pada Selasa, 14 Mei 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap IY, seorang perempuan yang diduga sebagai penyebar video viral ancaman penggal kepala Presiden Joko Widodo alias Jokowi oleh Hermawan Susanto.

    “Ya, sudah ditangkap,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu, 15 Mei 2019.

    Baca: Ancam Penggal Jokowi di Demo Bawaslu, Ini Motif Hermawan Susanto

    Menurut Argo, penangkapan dilakukan hari ini di daerah Bekasi, Jawa Barat. Namun, Argo masih enggan menjelaskan secara detil penangkapan tersebut. “Nanti ya,” kata dia.

    Video yang merekam pengancaman terhadap presiden Jokowi menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, Hermawan Susanto, yang telah menjadi tersangka dan ditangkap, mengatakan akan memenggal kepala Jokowi. Kalimat yang ia ucapkan adalah “Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah”.

    Video tersebut direkam saat aksi massa di depan Gedung Bawaslu RI, Jumat 10 Mei 2019. Seorang peserta aksi diduga merekamnya. Setelah menangkap Hermawan, polisi telah menyatakan tengah memburu penyebar video tersebut.

    Baca: Tentang Hermawan Susanto, Bareng Ayah Dukung Prabowo dan Persija

    Hermawan Susanto ditangkap di rumah bibinya di Parung, Bogor, pada Ahad pagi, 12 Mei lalu. Dia kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya didampingi sang ayah. Itu menjawab kenapa rumah Hermawan tampak sepi dan pintunya tertutup rapat saat Tempo sambangi.

    Hermawan Susanto yang mengancam Jokowi terancam pasal berlapis, yaitu Pasal 104 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidana maksimalnya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama 20 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.