Sengketa Lahan Stadion BMW, Anies Ngotot Pertahankan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman BMW yang bakal jadi Stadion Persija, saat ini masih tanah kosong, 4 Desember 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Taman BMW yang bakal jadi Stadion Persija, saat ini masih tanah kosong, 4 Desember 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetap ngotot mempertahankan lahan Taman BMW yang akan menjadi lokasi Stadion BMW, markas Persija Jakarta. Menurut Anies, tanah tersebut secara sah tetap menjadi milik Pemprov DKI.

    "Yang kemarin diputuskan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta adalah proses administrasi yang digugat oleh PT Buana. Tapi materinya (lahannya) adalah sah milik kami dan itu telah diputuskan di Pengadilan Negeri," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

    Baca: Sengketa Taman BMW, Anies Sebut Stadion Persija Jalan Terus

    Anies menjelaskan yang menjadi tergugat oleh PT Buana Permata Hijau adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN), bukan Pemprov DKI. Sehingga, menurut dia, yang dikabulkan oleh PTUN adalah gugatan administrasi dalam penerbitan sertifikat tanah, bukan subtansi.

    "BPN nanti yang akan banding, bukan kami karena tidak tergugat. Kalau kami sudah menang di pengadilan," ujar Anies.

    Majelis hakim PTUN DKI Jakarta sebelumnya mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau atas sengketa penerbitan dua sertifikat hak pakai (SHP) oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara di Taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW). Dalam kasus ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menjadi tergugat intervensi. "Dalam pokok sengketa mengabulkan gugatan penggugat," ucap hakim Susilowati Siahaan saat membacakan putusan di PTUN Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

    Baca: Menang Gugatan PTUN, PT Buana Minta Anies Hentikan Stadion BMW

    Susilowati juga membatalkan dua SHP yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara bernomor 314 dan 315 di Kelurahan Papanggo atas nama Pemerintah RI Cq Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 18 Agustus 2017. Sertipikat 314 memiliki luas 29.256 meter persegi dan SHP 315 seluas 66.199 meter persegi.

    Dalam pertimbangan hakim, Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara dinilai tidak cermat dalam menerbitkan dua SHP tersebut. Hakim Edi Septa Surhaza mengatakan, sertipikat dikeluarkan saat persidangan konsinyasi sengketa lahan BMW di Pengadilan Negeri Jakarta Utara masih berlangsung. "Masih sedang berjalan dan baru diputus pada 7 September 2017 sedangkan objek sengketa diterbitkan tergugat tanggal 18 Agustus 2017," kata dia.

    Edi menyatakan, Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara cacat yuridis secara prosedur dan substansi dalam mengeluarkan SHP. Secara subtansi, ujar Edi, sertipikat tersebut bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 55 tahun 1993 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

    Sebelumnya, Anies mengatakan akan membangun stadion BMW atau Jakarta International Stadium yang akan menjadi markas klub Persija Jakarta di lahan tersebut. Stadion itu akan memiliki fasilitas standar dunia yang setara dengan stadion Old Trafford milik Manchester United. "Stadion ini untuk mengingatkan bahwa Jakarta adalah kelas global, maka fasilitasnya pun kelas global, kelas internasional," kata Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.