Ngabuburit di Masjid Raya Hasyim Asy'ari, Ada Pesantren Kilat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta, 20 April 2017. Masjid ini dibangun diatas lahan 2,4 hektar dengan luas bangunan 16.985,43 meter persegi. TEMPO/Frannoto

    Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta, 20 April 2017. Masjid ini dibangun diatas lahan 2,4 hektar dengan luas bangunan 16.985,43 meter persegi. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada bulan Ramadan, Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari di Jalan Daan Mogot, Duri Kosambi, menggelar berbagai kegiatan ngabuburit sebelum waktu berbuka puasa tiba. 

    Baca: Ngabuburit di Masjid Al Azhom Sambil Belajar di Galeri Islam

    Ketua zakat, infaq, dan sedekah masjid raya DKI itu, H. Agus Salim mengatakan mereka menggelar pesantren kilat, bazar, santunan untuk anak yatim dan pengajian setiap satu kali dalam seminggu.

    "Kalau ada acara seperti pengajian kadang lebih dari seribu takjil. Besok ini ada pembukaan pesantren kilat," ujarnya di masjid itu, Selasa 14 Mei 2019.      

    Masjid itu juga menyediakan makanan buka puasa bersama selama Ramadan. Mereka mendapatkan sumbangan takjil sebanyak 250 paket dari pemerintah daerah DKI Jakarta.

    Kegiatan buka bersama ini dilakukan setiap hari selama Ramadan bersama para pengunjung masjid dan anak-anak di dekat masjid. 

    "Kita mendapatkan dari Pemda DKI sebanyak 250 paket setiap hari," kata Agus Salim saat ditemui Tempo di masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari, Selasa, 14 Mei 2019.

    Agus Salim mengungkapkan bahwa takjil yang didapatkan dari Pemda berupa takjil siap saji berupa kue, roti, gorengan, bubur, dan segelas air minum. Takjil disiapkan mulai pukul 16.30 WIB oleh remaja masjid dan ibu-ibu majelis taklim masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari.

    Terkadang pengunjung yang ngabuburit dan berbuka puasa di masjid itu lebih banyak daripada jumlah takjil yang disiapkan. Bila itu terjadi, kata Agus Salim, panitia buka bersama akan mundur dan mendahulukan jemaah pengunjung. "Misal kalau pengunjung lebih banyak kita mundur dan nanti beli gorengan jadi pengganti," ujar dia.

    Baca: Sekda DKI: Nama Masjid KH Hasyim Asyari Bukan Usulan Ahok

    Agus, seorang pengunjung Masjid Raya Hasyim Asy'ari mengatakan senang ngabuburit dan buka puasa di masjid tersebut. Menurut dia, buka bersama di masjid itu memiliki kesan tersendiri, selain masjid yang luas dan megah, banyak teman berbuka dan ramai oleh anak-anak. "Tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu. Dulu cuma setengahnya," ujarnya.

    MUH. HALWI | TD 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.