Polisi Pastikan IY Merekam dan Sebar Video Viral Penggal Jokowi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono bersama tim Polda Metro Jaya memberikan keterangan pers saat rilis terkait perampasan truk tangki Pertamina di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara mengatakan bahwa motif dari perampasan yang dilakukan anggota Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT) adalah untuk menarik perhatian lebih dari pemerintah. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono bersama tim Polda Metro Jaya memberikan keterangan pers saat rilis terkait perampasan truk tangki Pertamina di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara mengatakan bahwa motif dari perampasan yang dilakukan anggota Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT) adalah untuk menarik perhatian lebih dari pemerintah. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JAKARTA - Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan wanita berinisial IY yang merekam dan menyebarkan video berisi ancaman penggal Jokowi oleh Hermawan Susanto. IY menyebarkan video tersebut lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

    SimakAncaman Penggal Jokowi, Kata Joman Jika Pelaku Tidak Dihukum 

    Menurut Argo, hal itu diakui oleh IY saat ditangkap di rumahnya yang beralamat di Grand Residence City, cluster Prapanca 2, Kota Bekasi, Jawa Barat, siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB. “Setelah dilakukan pemeriksaan dia mengakui merekam dan menyebarkan,” ucap Argo di Polda Metro Jaya, Rabu malam, 15 Mei 2019.

    Dalam video yang dimaksud, IY terlihat memegang ponsel mengarah ke wajah serta suasana sekitarnya. Di saat itu sosok Hermawan muncul dan IY langsung menyorot kameranya ke pria 25 tahun itu. Hermawan berkata, "Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah."

    Di rumah IY, yang santer disebut inisial dari Ina Yuniarti, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti kacamata hitam, 1 unit telepon seluler merek iPhone 5s, masker hitam, kerudung warna biru, serta tas berwarna kuning, baju berwarna putih, serta cincin. Barang-barang tersebut dipakai IY saat dirinya merekam video yang viral itu.

    Argo mengungkapkan, penyidik pun telah menetapkan IY sebagai tersangka. Dia diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana bidang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan modis pengancaman pembunuhan terhadap Presiden Jokowi lewat video di media sosial.

    Simak jugaPak RT Ini Bela Hermawan Susanto Pengancam Penggal Jokowi

    Polisi menjerat IY dengan Pasal 104 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Pasal 110 juncto Pasal 104 KUHP, serta Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Ancaman pidana maksimalnya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama 20 tahun.

    Menurut Argo, polisi juga menangkap seseorang berinisial R pada Rabu, 15 Mei 2019, sekitar pukul 15.00 WIB, di Jakarta Timur. R mengaku kalau dirinya berada dalam video ancaman penggal Jokowi yang diperkarakan polisi. "R masih kami periksa dan kami dalami statusnya. Sekarang masih sebagai saksi."

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.