Jaktim Lambat Setor Hasil Suara, Survei: Prabowo Raih 54 Persen

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa para buruh dari atas mobilnya, saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Tenis Indor, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Mei 2019. Peringatan Hari Buruh juga dirayakan di sejumlah negara. TEMPO/Subekti.

    Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa para buruh dari atas mobilnya, saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Tenis Indor, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Mei 2019. Peringatan Hari Buruh juga dirayakan di sejumlah negara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta – Lembaga Perhimpunan Survei dan Riset Publik (Persepsi) merilis hasil survei Pemilu 2019 untuk wilayah Jakarta Timur yang memenangkan capres Prabowo Subianto. Wilayah ini yang paling terakhir dan lambat mengirim hasil rekapitulasinya ke rapat pleno KPU DKI. 

    Baca:
    Hitung Sementara KPU DKI, Jokowi Ungguli Prabowo di Empat Wilayah

    Dalam hasil survei yang dirilis Persepsi, pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi memperoleh 54 persen suara berbanding 46 persen untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Sebagai catatan, lembaga survei ini tidak masuk dalam 34 lembaga survei yang terdaftar di KPU Pusat.

    “Prabowo hampir menang mutlak di Jakarta Timur,” kata Direktur Eksekutif Persepsi Natahari Wibowo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu 15 Mei 2019.

    Ia menuturkan Prabowo menang di sembilan dari 10 kecamatan yang ada di Jakarta Timur. Jokowi, kata dia, hanya unggul di Kecamatan Pulogadung. Sedangkan, Prabowo unggul di Kecamatan Cipayung, Ciracas, Matraman, Pasar Rebo, Kramatjati, Jatinegara, Makasar, Cakung dan Duren Sawit.

    Berdasarkan hasil survei Persepsi, perolehan suara Prabowo di Jakarta Timur, mencapai 987.637 suara, sedangkan Jokowi 857.801 suara. Adapun total pemilih di daftar pemilih tetap mencapai 2.246.279 orang. “Suara Prabowo cukup tinggi di Kecamatan Kramatjati, Jatinegara dan Cakung.”

    KPU DKI Jakarta hingga Rabu malam belum menyelesaikan rekapitulasi di tingkat provinsi. Penyebabnya perhitungan suara molor di tingkat provinsi DKI adalah rekapitulasi suara di Kecamatan Pulogadung belum rampung hingga tadi malam.

    Baca:
    KPU DKI Beberkan Alasan Molornya Rekapitulasi di Pulogadung

    Ketua KPU DKI, Betty Epsilon Idroos, menjadwalkan pleno di tingkat provinsi pada Kamis siang, 16 Mei 2019. Menurut Betty, permasalahannya terletak pada sumber daya manusia dan teknologi yang digunakan dalam menghitung suara.

    "Masalahnya campur ya, mixed reasons, mungkin karena SDM-nya sudah sangat lelah," kata Betty di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu malam, 15 Mei 2019.

    KOREKSI:
    Artikel ini telah diubah pada Kamis 16 Mei 2019, Pukul 08.58 WIB. Sebelumnya disebutkan di alinea pertama bahwa Persepsi merekapitulasi suara, yang benar adalah melakukan survei. Terima kasih. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.