Reaksi Warga Jakarta Didatangi Patroli Tim Antibandit Polda Metro

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Tim Antibandit (Tekab) saat patroli di daerah Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 16 Mei 2019. Tempo/Adam Prireza

    Petugas Tim Antibandit (Tekab) saat patroli di daerah Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 16 Mei 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedatangan tim Antibandit (Tekab) Polda Metro Jaya yang menggelar patroli disambut oleh warga Jakarta. Pada Rabu malam hingga Kamis dinihari tadi, Tekab Polda Metro Jaya berpatroli dialogis di kawasan eks Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur.

    Baca: Tim Antibandit Tangkap 186 Pelaku Kejahatan, Terbanyak di Jakbar

    Warga sekitar yang didatangi oleh Tekab Polda Metro Jaya ini mengaku senang didatangi oleh patroli rutin Tekab, terlebih saat Ramadan tingkat kerawanan berbenturan antar masyarakat cukup tinggi.

    "Kami cukup senang dengan adanya patroli semacam ini, terlebih kemarin malam sempat terjadi bentrokan di daerah sini, antara anak-anak muda di sekitar Pintu 1 Kawasan Industri Pulo Gadung," ujar Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kelurahan Rawa Terate, Pulo Gadung, Selamet Riyadi di lokasi, Rabu malam, 15 Mei 2019.

    Menurut Selamet, keadaan Ramadan memang memiliki tensi tinggi, terlebih pada masa Pemilu 2019 ini. Warga setempat juga merutinkan ronda untuk mengamankan wilayahnya.

    "Semoga dengan adanya patroli ini bisa terbantu juga untuk mengamankan wilayah. Harapan kami patroli lebih diintensifkan karena Ramadan ini biasanya keamanan semakin rawan, apalagi sedang musim pilpres," katanya. 

    Tekab Polda Metro Jaya memulai patrolinya pada pukul 23.45 WIB dari Polda Metro Jaya ke sepanjang Sudirman-Thamrin, masuk ke Jalan Juanda, Jalan Pos, Gunung Sahari, Pasar Senen, Kramat Raya, Salemba Raya, Tambak, dan Manggarai.

    Rombongan yang terdiri dari dua mobil patroli dan satu bus media berbelok ke Manggarai, Matraman, Pramuka, Pemuda, Rawamangun hingga ke Pulogadung untuk kemudian patroli dialogis dengan warga.

    Sekitar setengah jam rombongan kemudian melanjutkan patroli ke arah Pulomas, Bypass, Cawang, Cililitan, Dewi Sartika, Kalibata, Duren Tiga, Mampang, Tendean, Wolter Monginsidi, Trunojoyo, Bundaran Senayan, Semanggi dan berakhir di Polda sekitar pukul 02:35 WIB.

    Berjalan ke tiga wilayah Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, rombongan patroli Tekab Polda Metro Jaya tidak menemukan tawuran maupun begal dan geng motor.

    "Alhamdulillah masih kondusif, semoga bisa seterusnya," kata Katimsus Tekab Polda Metro Jaya Kompol Jarono, di sela-sela patroli, Kamis dinihari.

    Baca: 4 Jam Susuri Jalur Rawan Geng Motor di Jakarta, Hasilnya ...

    Jarono mengatakan patroli tim antibandit ini bertujuan meminimalisir aktivitas tawuran, sahur on the road dan berbagai kejadian yang sempat viral sebelumnya terkait aktivitas geng motor kendati beberapa kabar disebut Polda Metro Jaya merupakan kejadian yang telah lampau. "Kami pantau titik-titik rawan antara Bekasi dan Jakarta. Ya termasuk untuk pantau itu juga yang kemarin viral bahwa kami itu ada di tengah-tengah masyarakat untuk cipta kondisi keamanan ya," ucapnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.