Efek Truk Tambang, Bupati Bogor: Dibutuhkan Juga Kantong Parkir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan alat berat, truk operasional dan material bahan aspal terlihat di Jalan Parung Panjang, Kabupaten Bogor pada Mei 2018. Foto: ISTIMEWA

    Kendaraan alat berat, truk operasional dan material bahan aspal terlihat di Jalan Parung Panjang, Kabupaten Bogor pada Mei 2018. Foto: ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Bogor -Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, jam operasional baru aktifitas truk tambang di kawasan Parung Panjang, tidak akan menyelesaikan perosalan sosial yang selama ini dikeluhkan masyarakat setempat.

    “Selama ini masyarakat mengeluhkan truk truk itu terlalu besar dan mengganggu, apalagi saat ada larangan melintas, mereka parkir di bahu jalan,” kata Ade, Kamis 16 Mei 2019.

    Baca juga : Bupati Bogor Ubah Lagi Jam Operasional Truk Tambang

    Untuk itu, kata Ade, sebagai solusi lain harus disediakan kantong parkir guna menampung truk-truk saat menunggu jam operasional agar tidak menumpuk di jalan.

    “Ini kesepakatan BPTJ, jikalau sudah ada kebijakan yang selaras antara Bogor dan Tangerang akan dibuatkan kantong parkir,” kata Ade.

    Ade mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah memetakan tiga titik lokasi yang dianggap layak sebagai kantong parkir dan merupakan tanah milik Perhutani

    “Lumayan luas, ada yang 5 hektare dan 1 hektare, cukuplah untuk menampung truk-truk itu, nanti BPTJ yang akan berkoordinasi dengan Perhutani,” kata Ade.

    Sebelumnya, jam operasional truk tambang di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor menuju Kabupaten Tangerang dan sebaliknya, kembali mengalami perubahan.

    Setelah rapat koordinasi dengan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Ade Yasin mengungkapkan, ada kesepakatan baru terkait jam operasional truk tambang yang melintasi kedua wilayah tersebut.

    “Jadi ada ide-ide kami yang diterima oleh BPTJ dan Bupati Tangerang, bahwa jam operasional truk tambang kembali direvisi, dan sekarang masih tahap uji coba,” kata Ade.

    Baca juga : Jalan Tambang Tak Dibangun, Warga Bogor Geruduk Kantor Bupati 

    Adapun jam operasional baru itu yakni mulai pukul 05.00 hingga 09.00 pagi truk dilarang melintas, baru kemudian dari pukul 09.00 hingga 16.00 jalan kembali dibuka. “Dari pukul 16.00 hingga pukul 22.00 jalan kembali ditutup,” kata Ade.

    Bupati Bogor periode 2018-2023 itu mengatakan jam operasional baru tersebut mulai diujicobakan pada hari ini hingga dua pekan ke depan. “Mudah-mudahan dengan adanya jam operasional baru ini bisa memberikan ruang kepada mereka (supir truk tambang) dan ini telah disepakati juga oleh Bupati Tangerang,” kata Ade.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.