Komnas HAM Investigasi Kematian 8 Petugas KPPS di Tangerang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Komnas HAM Amirudin bersama tim melakukan investigasi kematian  delapan petugas KPPS dan Linmas di Kabupaten Tangerang terkait Pemilu 2019, Jumat, 17 Mei 2019. Tempo/Ayu Cipta

    Komisioner Komnas HAM Amirudin bersama tim melakukan investigasi kematian delapan petugas KPPS dan Linmas di Kabupaten Tangerang terkait Pemilu 2019, Jumat, 17 Mei 2019. Tempo/Ayu Cipta

    TEMPO CO, Tangerang - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM hari ini, Jumat, 17 Mei 2019, menurunkan tim investigasi kematian sebanyak delapan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di Kabupaten Tangerang.

    Tim terdiri Komisioner Amirudin didampingi dua staf, Wahyu Pratama Tamba dan Slamet Widodo. Mereka bertemu dan menggali riwayat kematian dari keluarga para petugas KPPK yang wafat tersebut. Pertemuan itu berlangsung di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang, Jalan Baru Pemda, Tigaraksa.

    BacaPetugas KPPS Meninggal, KPU se-DKI Jakarta Gelar Salat Gaib

    "Kehadiran keluarga itu untuk menggali lebih jauh bagaimana sebelum korban meninggal apakah ada riwayat penyakit," kata Amirudin.

    Amirudin mengatakan tim mendalami informasi kematian petugas KPPS di lima provinsi dengan mengambil sampel kematian terbanyak, di antaranya di Kabupaten Tangerang. Lima provinsi itu adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB.

    Di Provinsi Banten, selain delapan meninggal di Kabupaten Tangerang, terdata dua petugas KPPS dari Kota Serang dan lima dari Kabupaten Serang juga meninggal di tengah perhelatan Pemilu 2019 pada 17 April lalu. Komnas HAM, menurut Amirudin, akan mengumumkan hasil investigasi ini pada 21 April 2019 di Kantor Komans HAM, Jakarta.

    Dua menuturkan bahwa tujuh keluarga petugas KPPS yang wafat hadir di KPU. Informasi dari keluarga petugas KPPS sangat penting agar Komnas HAM bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia menerangkan bahwa kematian para petugas KPPS dan Linmas beragam waktunya, ada yang pada hari pencoblosan atau dua pekan setelahnya.

    "Supaya masyarakat  tahu apa yang terjadi sesungguhnya, jadi bukan kata orang atau berdasarkan rumor," ucapnya.

    Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi SDM, Sosialisasi, dan Partisipasi Masyarakat, Imron Mahrus, mengatakan pihaknya memfasilitasi pertemuan Komnas HAM dan keluarga petugas Pemilu 2019 yang meninggal. "Delapan orang yang meninggal terdiri lima orang Linmas dan tiga petugas KPPS," kata Mahrus.

    Baca jugaBaru 1 Petugas KPPS Gugur di Bogor yang Dapat Santunan

    Salah satu petugas KPPS yang wafat adalah Subur, 63 tahun, warga Desa Cibogo Kecamatan Cisauk. Dia wafat pada 18 April sekitar pukul 20.00 WIB atau sehari setelah coblosan. Subur, yang juga ketua RT, meninggalkan seorang istri, lima anak, dan enam cucu.

    Menurut Samsul, putra almarhum Subur, sebeluk wafat ayahnya minum kopi dan jamu sebelum terjatuh jatuh. "Ayah saya tidak memiliki riwayat penyakit. Dia terjatuh sepulang dari rumah tetangga," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.