Polisi Buru Begal Sepeda Motor di Jaksel yang Videonya Viral

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Jajaran polisi di Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan masih mengejar penjahat yang mencoba melakukan begal ke pengendara sepeda motor di wilayah Gandaria, Jakarta Selatan yang videonya sempat jadi viral beberapa hari lalu.

    Kepala Polres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Indra Jafar, mengungkapkan, mereka terus menyelidiki dan mendalami modus pelaku percobaan begal melalui informasi dari pengendara sepeda motor yang ada dalam video.

    Baca juga : Polisi: Banyak Video dari Luar Jakarta Digunakan Sebagai Hoax

    "Kami sudah proaktif menghubungi yang bersangkutan untuk bekerja sama karena tentu harus ada informasi dan laporan kejadian saat itu dari yang bersangkutan," kata Jafar, di Pancoran, Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019.

    Terkait masalah keamanan selama bulan Ramadhan, dia mengatakan kepada masyarakat agar tidak khawatir. Polisi akan terus berpatroli malam demi keamanan masyarakat. "Kalau patroli kami terus-menerus ditingkatkan. Setiap malam kami melaksanakan kegiatan patroli baik skala sedang dan besar," ujarnya.

    Jafar juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan video aksi kriminal yang beredar di dunia maya karena tidak semuanya benar. 

    Baca juga : 4 Jam Susuri Jalur Rawan Geng Motor di Jakarta, Hasilnya ...

    "Banyak kejadian yang telah lalu bahkan sudah diungkap pelakunya dan sudah di hukum," katanya.

    Sebelumnya dunia maya dihebohkan dengan video percobaan begal yang terekam kamera salah satu pengendara motor. Diketahui video kejadian tersebut berlokasi di Gandaria, Jakarta Selatan. Korban berhasil menyelamatkan diri setelah pelaku gagal melepas kunci sepeda motor.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.