Siap Tawuran, 13 Remaja di Bekasi Digelandang Polisi Tengah Malam

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti gir motor, senjata tajam yang disita polisi saat terjadi tawuran pelajar, di rilis di Polda Metro Jaya, Jum'at (20/4). Polisi mengamankan 73 siswa dari 2 sekolah di Bekasi dan 1 sekolah di Jakarta Barat. Tempo/Tony Haratawan

    Barang bukti gir motor, senjata tajam yang disita polisi saat terjadi tawuran pelajar, di rilis di Polda Metro Jaya, Jum'at (20/4). Polisi mengamankan 73 siswa dari 2 sekolah di Bekasi dan 1 sekolah di Jakarta Barat. Tempo/Tony Haratawan

    TEMPO.CO, Bekasi - Sebanyak 13 remaja ditangkap polisi ketika sedang berkerumun di Kampung Kaliabang Nangka RT 02 RW 04 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, pada Kamis tengah malam, 16 Mei 2019. Diduga mereka hendak melakukan tawuran.

    Baca:
    Tawuran Saat Sahur di Tangerang, Penyerang Polisi Ditangkap

    "Tiga remaja diantaranya kami tetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam," kata Kapolsek Bekasi Utara, Komisaris Dedi Nurhadi, Jumat, 17 Mei 2019.

    Ketiganya masing-masing AH, 16 tahun, AN (16), dan FA (15). Mereka kini mendekam di sel tahanan Polsek Bekasi Utara.

    Menurut Dedi, polisi bergerak setelah mendapatkan laporan sekelompok remaja diduga hendak melakukan tawuran. Polisi lalu menuju ke lokasi dan mendapati mereka sedang berkumpul meski waktu menunjukkan pukul 00.00. 

    Hasil penyisiran polisi juga mendapati tiga bilah senjata tajam disembunyikan di semak-semak. Senjata itu dua celurit dan satu parang. Langsung, ke-13 remaja tersebut digelandang ke Mapolsek Bekasi Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Tiga remaja diantaranya mengakui memiliki senjata itu," ucap Dedi.

    Baca:
    Tim Anti Bandit Polda Antisipasi Tawuran dan Kriminalitas Geng Motor

    Berdasarkan keterangan dari sejumlah remaja itu, mereka hendak melakukan tawuran menjelang sahur. Modusnya yaitu janjian melalui media sosial lalu bertemu di lokasi yang telah ditentukan. "Kami berhasil mencegahnya," kata dia.

    Dengan adanya keterangan saksi-saksi dan pengakuan para tersangka, mereka dijerat dalam pasal 2 ayat (1) undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukumannya maksimal selama 20 tahun. Barang bukti senjata tajam digunakan sebagai barang bukti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.