Mudik Lebaran, Harga Tiket Bus di Pulogebang Naik Gila-gilaan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik membawa barang bawaannya saat bersiap menaiki bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Pengguna bus diperkirakan hanya sebesar 8 juta sedangkan motor 8,5 juta dan mobil 3,7 juta. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Pemudik membawa barang bawaannya saat bersiap menaiki bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Pengguna bus diperkirakan hanya sebesar 8 juta sedangkan motor 8,5 juta dan mobil 3,7 juta. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan otobus di Termina Pulogebang, Jakarta Timur, menaikan harga tiket secara bertahap selama periode mudik Lebaran 2019, sehingga berujung berlipat ganda.

    Kenaikan tiket yang mencapai hampir tiga kali lipat dari harga normal pada saat puncak mudik Lebaran tersebut tergolong gila-gilaan.

    Baca juga : Tiket Pesawat Mahal, Warga Minang Pulang Basamo Lewat Jalur Darat

    P.O. Agramas, misalnya, adalah salah satu perusahaan jasa trasnportasi yang menaikan harga tiket secara bertahap. Karyawan P.O. Agramas, Suyomo, mengatakan perusahaan mulai menaikkan harga tiket mulai hari ini Sabtu, 18 Mei 2019.

    “Kami membagi beberapa jadwal untuk kenaikan tiket selama masa lebaran,” kata Suyomo saat ditemui di Terminal Pulogebang, Senin, 13 Mei 2019.

    Ia menuturkan harga tiket untuk rute Pulogebang-Wonogiri bus kelas VIP misalnya, harga normalnya rp 160 ribu. Mulai 18-19 Mei naik menjadi Rp 180 ribu, 20-23 Mei menjadi Rp 200 ribu, 24-26 Mei Rp 335 ribu dan puncaknya pada 29 Mei sampai 6 Juni 2019 mencapai Rp 430 ribu.

    Sedangkan, untuk kelas eskekutif kenaikan dari harga normal Rp 185 ribu pada periode yang sama kenaikan secara berturut-turut naik dari Rp 205 ribu, Rp 225 ribu, Rp 285 ribu, Rp 360 ribu dan Rp 430 ribu. Lalu untuk kelas scania atau bus tingkat, dari harga normal Rp 225 ribu naik dengan periode yang sama menjadi Rp 230 ribu, Rp 250 ribu, Rp 310 ribu, Rp 385 ribu dan Rp 500 ribu.

    “Mulai periode mudik kami akan menambah armada dari biasanya empat bus per hari menjadi enam bus,” ujarnya.

    Ia menuturkan jurusan yang paling banyak dipesan untuk wilayah Jawa Tengah adalah Kudus, Pati, Solo dan Wonogiri. Sedangkan untuk Jawa Timur adalah Pacitan, Purwantoro, Giribelah dan Surabwa.

    Tiket tujuan ke kota tersebut, kata dia, sudah habis untuk keberangkatan 29 Mei sampai 3 Juni 2019. “Bahkan tiketnya sudah habis sejak sebulan sebelum lebaran. Karena tanggal tersebut merupakan momen puncak mudik lebaran,” ujarnya. “Kami menjual tiket secara online.”

    P.O Pahala Kencana juga menaikan tiket secara bertahap dengan waktu yang sama seperti P.O. Agramas. Koordinator Lapangan P.O. Pahala Kencana, Wahyudi, mengatakan Pahala melayani tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali dan Sumatra.

    “Tiket untuk tujuan Jawa Tengah dan Timur untuk keberangkatan 29-30 Mei sudah habis dipesan sejak bulan lalu,” katanya.

    Baca juga : Terminal Kampung Rambutan Akan Bangun Ruang Terbuka untuk Anak

    Ia menuturkan untuk kelas bisnis kenaikan tiket dari harga normal Rp 160 ribu naik bertahap hingga 430 ribu untuk tujuan Jawa Tengah. Sedangkan, kelas eksekutif dari harga normal 200 ribu naik hingga 500 ribu untuk tujuan Jawa Timur. “Kami mulai menaikan harga tiket mulai 20 Mei 2019 lusa.”

    Kepala Satuan Pelaksana Terminal Pulogebang, Emiral Agust, mengatakan kenaikan tiket mudik Lebaran untuk kelas selain ekonomi memang menjadi kewangan P.O. Pemerintah, kata dia, hanya mengatur batas kenaikan untuk kelas ekonomi yakni Rp 115 per km. “Regulasinya seperti itu. Tarif menjelang lebaran memang bisa naik berkali-kali lipat dari harga normal.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.