Aksi 22 Mei, Kapolres Bogor Sebut Akan Kerahkan 3.000 Personel

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polisi mengikuti gelar pasukan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di area Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 10 April 2019. Sebanyak 4 ribu anggota gabungan TNI dan Polri mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Anggota Polisi mengikuti gelar pasukan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di area Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 10 April 2019. Sebanyak 4 ribu anggota gabungan TNI dan Polri mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Bogor -Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi, Andy M Dicky mengatakan, pihaknya akan menerjunkan sekitar 3.000 personel saat pengamanan aksi 22 Mei 2019 mendatang.

    Jumlah itu, Dicky melanjutkan, belum ditambah dengan kekuatan lain seperti TNI dan Satpol PP.

    Baca juga : Polisi: Kasus Dr Ani Hasibuan Prioritas Tapi Bukan Target 22 Mei

    “Gabungan TNI POLRI all out ditambah Satpol PP bisa mencapai 10 ribu personel,” kata Dicky dikonfirmasi Tempo, Minggu 19 Mei 2019.

    Dicky mengatakan, ribuan personel itu nantinya akan ditempatkan di titik titik strategis utamanya pada pintu keberangkatan menuju Jakarta. “Pintu keberangkatan termasuk kereta dan bus,” kata Dicky.

    Dicky mengatakan, pengerahan personel secara all out itu bertujuan untuk mengantisipasi serangan teror setelah pihaknya bekerjasama dengan Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga jaringan teroris Firqoh Abu Hamzah pada Jumat 17 Mei 2019.

    “Penangkapan itu salah satunya antisipasi terkait dengan serang teror yang menargetkan kumpulan massa,” kata Dicky.

    Lebih jauh Dicky mengatakan, pihaknya tetap menghimbau agar warga Bogor tidak berangkat ke kantor KPU pada tanggal 22 Mei 2019 nanti. “Silahkan gunakan jalur hukum untuk sampaikan perbedaan pendapat,” kata Dicky.

    Baca juga : TKN Pastikan Tidak Akan Menggelar Tandingan Aksi 22 Mei

    Dicky mengatakan, selain adanya ancaman teroris, hal itu juga selaras dengan himbauan para ulama agar menghormati orang yang berpuasa.

    “Karena unjuk rasa, banyak hajat orang berpuasa akan terganggu, selain itu juga mari kita jaga ukhuwah Islamiah, perbanyak berdoa dan ibadah,” demikian Dicky, terkait aksi 22 Mei 2019 pekan depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.