Diduga Akan Tawuran, Lima Pemuda Ditangkap Bawa Panah dan Badik

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti berupa badik, busur dan anak panah yang disita Tim Pemburu Preman Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat dari lima pemuda di Jalan arteri Permata Hijau pada Ahad, 19 Mei 2019. Dokumen oleh Humas Polres Metro Jakarta Barat

    Barang bukti berupa badik, busur dan anak panah yang disita Tim Pemburu Preman Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat dari lima pemuda di Jalan arteri Permata Hijau pada Ahad, 19 Mei 2019. Dokumen oleh Humas Polres Metro Jakarta Barat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pemburu Preman Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat menangkap lima pemuda di jalan arteri Permata Hijau pada Ahad pagi, 19 Mei 2019. Para pemuda itu ditangkap dengan barang bukti senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk tawuran

    Baca:
    Rombongan Pemotor Dicegat dan Diserang di Bekasi, Satu Terluka

    "Dari informasi warga setempat memang akan ada tawuran di Permata Hijau," ujar Ketua Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat, Inspektur Dua Tamim dalam keterangan tertulis, Minggu 19 Mei 2019.

    Tamim mengatakan, informasi akan ada tawuran diterima Tim Pemburu Preman saat melaksanakan patroli di sekitar arteri Jalan Panjang Kebon Jeruk. Segera setelahnya tim bergerak ke lokasi.

    Tamim belum memaparkan identitas para pelaku. Saat ini, kata Tamim, para pemuda tersebut telah diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat untuk dimintai keterangan.

    Baca:
    Pengeroyokan Saat Sahur On The Road, Polisi Tangkap Satu Orang

    Saat penangkapan, Tamim menambahkan, polisi menyita senjata yang diduga akan digunakan untuk tawuran. "Barang bukti berupa satu klip daun ganja, satu busur, tiga anak panah, satu badik, dan dua unit sepeda motor," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.