Ada Unggahan Bernada Jihad, Pilot IR akan Diperiksa Densus 88

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi dan Ketua FBR Luthfi Hakim (mengenakan peci) memberikan keterangan soal pembacokan anggota FBR di Twin Hotel, Jakarta Barat, Kamis 25 April 2019. TEMPO/Wira Utama

    Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi dan Ketua FBR Luthfi Hakim (mengenakan peci) memberikan keterangan soal pembacokan anggota FBR di Twin Hotel, Jakarta Barat, Kamis 25 April 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat akan melibatkan Densus 88 Antiteror dalam pemeriksaan terhadap pilot IR yang ditangkap atas pernyataannya yang berkonten ujaran kebencian dan hasutan. Polisi tengah mendalami adanya paham radikal pada si pilot.

    "Kami koordinasi dengan Densus 88 apakah ada kencenderungan radikalisme pada yang bersangkutan," kata Kepala Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi, Senin, 20 Mei 2019.

    Baca: Polisi Telisik Motif Pilot IR Sebar Ujaran Kebencian di Medsos

    Hengki menyatakan selain berisikan konten ujaran kebencian, pernyataan Pilot IR yang diunggah dalam akun Facebook pribadinya bernuansa ajakan jihad. Kecenderungan radikalisme tersebut terlihat dari narasi pernyataan yang ditulis oleh IR yang menyebutkan sudah mencium wangi surga.

    Kepolisian, kata Hengki, khawatir pernyataan yang kemudian heboh di sosial media berlanjut menjadi doktrin dan berujung dengan adanya kerusuhan nantinya di lapangan. Ditambah, pernyataan pilot IR tersebut juga berkaitan dengan rencana aksi massa yang akan digelar pada 22 Mei dalam menyambut pengumuman hasil pemilu 2019.

    Baca: Pilot IR Ditangkap, Polisi: Postingan di Facebook Bernada Jihad

    IR ditangkap pada Sabtu malam, 18 Mei 2019 di Surabaya, Jawa Timur atas dugaan ujaran kebencian dan hasutan. Hengki menilai pernyataan IR adalah sebuah ancaman dan harus diwaspadai karena profesinya sebagai pilot. "Ini karena yang bersangkutan adalah pilot, jadi harus diwaspadai, nanti kalau lagi di pesawat berubah pikiran bagaimana," ujarnya.

    Hengki mengatakan saat ini proses hukum masih dalam tahap sidik. Pihaknya terus mendalami motif dan jaringan yang terhubung dengan pilot IR tersebut. "Semuanya masih kami dalami, motif dan jaringan di belakangnya," ujarnya. Hengki enggan menjawab saat ditanya identitas IR lebih lanjut, termasuk maskapai penerbangan tempat IR bekerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.