Ringkus 1.105 Preman, Polres Jakarta Barat Sabet Rekor Muri

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Hengky Haryadi menerima piagam rekor MURI atas pengungkap kasus preman dan narkoba terbanyak se-Indonesia, Senin, 20 Mei 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Hengky Haryadi menerima piagam rekor MURI atas pengungkap kasus preman dan narkoba terbanyak se-Indonesia, Senin, 20 Mei 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Barat menyabet piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia atau Muri setelah menangkap 1.105 preman dalam satu tahun terakhir.

    Baca juga: Diduga Akan Tawuran, Lima Pemuda Ditangkap Bawa Panah dan Badik

    "Polres Jakarta Barat pengungkap dan penangkapan premanisme dalam setahun pada 2018 dengan 1.105 preman. Ini terbanyak untuk tingkat Polres se-Indonesia," ujar Senior Manager MURI Yusuf Ngadri saat ditemui di Polres Metro Jakarta Barat, Senin 20 Mei 2019.

    Yusuf mengatakan, atas capaian tersebut MURI memberikan penghargaan sebagai apresiasi. Diharapkan, kata dia, apresiasi tersebut mampu memberikan motivasi bagi kepolisian lain dalam berkerja untuk mengurangi aksi premanisme atau tindakan kriminal lainnya.

    Komisi Perlindungan Anak Indonesia juga memberikan penghargaan kepada Polres Metro Jakarta Barat terkait penangkapan seribu preman tersebut dalam satu tahun. "Premanisme masih menjadi ancaman bagi anak-anak. Dengan capaian ini akan mengurangi ancaman kekerasan terhadap anak, khusunya di Jakarta Barat," ujar komisioner KPAI, Arist Merdeka Sirait.

    Dalam kesempatan tersebut MURI juga memberikan penghargaan kepada Polres Jakarta Barat atas pengungkap kasus narkoba. Dengan rekor 102 kilogram dalam satu penangkapan.

    Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Hangky Haryadi mengatakan penghargaan tersebut harus menjadi motivasi bagi Polres Metro Jakarta Barat dalam bekerja."Kami bersyukur karena penghargaan ini berasal dari luar Polri, dan harus menjadi motivasi bagi kami untuk lebih giat bekerja dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujarnya.

    Baca juga: Premanisme Lagi, Polisi Sergap 18 Orang Plus Pengacara

    Menurut Hengky, penangka[an para preman merupakan bentuk jera dalam menekan angka tindak pidana premanisme. “Saat ini terjadi penurunun angka kasus premanisme di kawasan Jakarta Barat,” ujar Hengky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.