Aksi di Bawaslu Ricuh, PA 212 Pertimbangkan Tak Lanjutkan Ifthor

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kericuhan di dekat asrama Brimob Petamburan, Rabu, 22 Mei 2019. TEMPO/ Yusuf Manurung.

    Suasana kericuhan di dekat asrama Brimob Petamburan, Rabu, 22 Mei 2019. TEMPO/ Yusuf Manurung.

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaudaraan Alumni atau PA 212 mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan aksi Ifthor Akbar ke Bawaslu hari ini setelah terjadinya bentrok antara massa dengan aparat keamanan. 

    Baca juga: Massa Demo Bawaslu Bakar Asrama Brimob Petamburan

    "Ada kemungkinan (tidak dilanjutkan), nanti akan diputuskan," ujar juru bicara PA 212 Novel Bamukmin saat dihubungi, Rabu 22 Mei 2019. 

    Novel mengatakan sekarang massa Ifthor yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat masih membicarakan rencana tersebut. "Nanti akan disampaikan langsung oleh GNKR dalam komferensi pers," ujarnya.  

    Baca: Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota Mei 1998

    Kemarin, sebelum membubarkan diri di Bawaslu, massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat menyatakan akan kembali melanjutkan aksinya di Bawaslu hari. "Saudara saudara hari ini cukup sampai disini, besok kita kembali,"ujar Anggota PA 212 Bernard Al Jabbar dari mobil komando, Selasa malam 22 Mei 2019.

    Dalam kesempatan tersebut Novel menegaskan bahwa pihak yang terlibat dengan kericuhan bukanlah massa Ifthor Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat. 

    Baca juga: Ada Demo, KRL Tak Layani Penumpang Sampai Stasiun Tanah Abang

    "Bisa saya pastikan pihak yang ricuh itu bukan massa kami," ujarnya. Menurut pengurus PA 212 itu, massa Ifthor Akbar tersebut sudah membubarkan diri dengan damai usai melaksanakan salat Tarawih. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.