Cerita Tentang Farhan Meninggal Tertembak di Rumah Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rumah duka almarhum Farhan Syafero, 30 tahun, korban meninggal pada tragedi bentrokan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, di RT 03 RW 07 Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Limo, Depok, Rabu 22 Mei 2019. Tempo/Ade Ridwan

    Suasana rumah duka almarhum Farhan Syafero, 30 tahun, korban meninggal pada tragedi bentrokan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, di RT 03 RW 07 Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Limo, Depok, Rabu 22 Mei 2019. Tempo/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Depok – Farhan Syafero, 30 tahun, warga Kota Depok, meninggal di depan rumah pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dalam aksi 21 Mei 2019 yang berujung betrok antara massa dengan aparat keamanan. Farhan tertembak di bagian dada, saat terjadi bentrok di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 21 Mei 2019.

    Baca juga: Rusuh di Tanah Abang, Satu Orang Tewas dengan Luka Tembak

    Rekan Farhan Syafero, Muhammad Syarif, 23 tahun, mengatakan, saat kejadian Farhan sedang bersama dirinya di rumah Riziq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

    “Berangkat Selasa jam 11 malem, langsung menuju Petamburan, rumah Habib Rieziq,” kata Syarif di rumah almarhum Farhan, RT 03 RW 07 Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Limo, Depok, Rabu 22 Mei 2019.

    Syarif mengatakan, Farhan dan dirinya tidak terlibat dalam aksi bentrokan pada Selasa malam. “Kita hanya nongkrong-nongkrong sampai jam 2. Sudah dengar suara berondongan senjata tuh dari arah Tanah Abang,” kata Syarif.

    Baca juga: Dua Korban Aksi 22 Mei Meninggal di RS Tarakan

    Tiba-tiba, kata Syarif, massa berlarian ke arah rumah Rizieq Shihab Petamburan yang diikuti oleh aparat kepolisian yang terus menembakkan gas air mata ke kerumunan massa. “Udah crowded banget, saya terpisah dengan Farhan. Setelah dapat kabar, ternyata Farhan sudah di rumah sakit,” kata Syarif.

    Baca juga: Hoaks Disebar Secara Sistematis Agar Pemilu 2019 Didelegitimasi

    Kepolisian menduga unjuk rasa berujung ricuh di kawasan Jalan K.S. Tubun dan kawasan Petamburan terorganisir dan sudah diatur alias setingan. "Dari rangkaian peristiwa Rabu dinihari, kami menduga ini bukan massa spontan, bukan peristiwa spontan, tapi sudah disiapkan, setingan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal M. Iqbal di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.