Rusuh 22 Mei, RS Pelni Pertamburan Terima Dua Korban Tewas

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota polisi memeriksa jalan saat menghalau massa perusuh di Jalan KS. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019. Kerusuhan bermula saat ada massa yang mencoba masuk Bawaslu setelah peserta aksi damai pulang. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Seorang anggota polisi memeriksa jalan saat menghalau massa perusuh di Jalan KS. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019. Kerusuhan bermula saat ada massa yang mencoba masuk Bawaslu setelah peserta aksi damai pulang. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Rumah Sakit Pelni Petamburan, Fathema Djan Rachmat, mengatakan sebanyak 84 pasien akibat rusuh 22 Mei pada Rabu, 22 Mei 2019. Dua diantaranya tiba sudah meninggal dan belum sempat teridentifikasi. "Jenasah langsung dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati," kata Fathema, Rabu, 22 Mei 2019.

    BacaAyah Korban Kerusuhan 22 Mei: Kalau Begini, Siapa yang

    Fathema menjelaskan, korban luka terdiri level ringan, sedang, hingga berat. Kebanyakan pasien sudah pulang. Sisanya 10 orang sedang mendapat perawatan seperti operasi sedang dan besar.

    Dia menuturkan, seluruh pasien tidak dikenakan biaya pengobatan alias gratis. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menanggung biaya kesehatan seluruh korban akibat rusuh 22 Mei 2019.

    Kerusuhan pecah setelah aksi 22 Mei di kantor Bawaslu di Jalan Thamrin Jakarta pada Selasa, 21 Mei 2019 berakhir sekitar pukul 22.30 WIB. Massa membubarkan diri dan meninggalkan Kantor Bawaslu.

    Sekitar pukul 03.00, massa tiba-tiba merangsek ke arah Asrama Brimob di kawasan Tanah Abang. Mereka merusak dan membakar kendaraan yang parkir. Sedikitnya 11 mobil dan sejumlah sepeda motor hangus dibakar. Saat itulah kepolisian melakukan mengejaran dan terjadi kerusuhan di kawasan Petamburan.

    M. YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.