Rusuh 22 Mei Reda, MRT Beroperasi Sampai Stasiun Dukuh Atas

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean penumpang mengular di pintu keluar Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu, 6 April 2019. Beberapa orang masih tertahan lama di pintu keluar karena kartu bank tak terdeteksi mesin di pintu keluar stasiun. TEMPO/Lani Diana

    Antrean penumpang mengular di pintu keluar Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu, 6 April 2019. Beberapa orang masih tertahan lama di pintu keluar karena kartu bank tak terdeteksi mesin di pintu keluar stasiun. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusuh 22 Mei reda, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuka kembali layanan keretanya sampai Stasiun Dukuh Atas mulai pukul 08.30 WIB. Sebelumnya, stasiun MRT hanya dibuka hanya dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun ASEAN. 

    Baca juga: Rusuh 22 Mei, MRT Jakarta Tutup Seluruh Stasiun Bawah Tanah

    "Layanan Stasiun MRT bawah tanah dimulai dari Stasiun Senayan sampai Stasiun Dukuh Atas BNI kembali dibuka dari 08.30 pagi ini hingga update kami selanjutnya," ujar Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin melalui keterangan tertulisnya, Kamis pagi, 23 Mei 2019. 

    Kamaluddin mengatakan sampai saat ini Stasiun Bundaran HI masih tertutup. Ia tak menjelaskan kapan stasiun tersebut akan kembali dibuka. 

    Sebelumnya, rusuh 22 Mei pecah di Jalan M.H. Thamrin atau tepatnya di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, pada Rabu malam. Bentrok antara aparat kepolisian dengan massa terjadi hingga dini hari. 

    Bentrok karena polisi berusaha membubarkan massa yang telah melewati batas waktu aksi. Namun usaha polisi tersebut justru mendapat perlawanan dari sebagian massa. Massa melempari petugas menggunakan batu serta menyulutkan kembang api. 

    Baca juga: KRL Beroperasi Lagi di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Palmerah

    Rusuh 22 Mei membuat sepanjang Jalan M.H. Thamrin ditutup pihak kepolisian. Selain itu, fasilitas publik seperti mal Sarinah Thamrin dan bus Transjakarta koridor 1 tidak dioperasionalkan karena rusuh 22 Mei. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.