Saat Kantor Bawaslu Jadi Objek Swafoto Warga Jakarta

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas beraktivitas pascakerusuhan di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis 23 Mei 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Sejumlah petugas beraktivitas pascakerusuhan di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis 23 Mei 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia atau Bawaslu RI di Jalan MH Thamrin mendadak menjadi objek wisata malam warga lokal pada Jumat dini hari, 24 Mei 2019. Lokasi itu menjadi ramai diperbincangkan setelah beberapa hari belakangan terjadi demo besar dan kericuhan di sana.

    Dari pantauan Antara, sejumlah warga tampak berswafoto dan berburu kuliner yang dijajakan pedagang keliling di sekitar kawasan tersebut. "Jakarta jarang sepi begini, bisa lihat kantor-kantor kementerian dan gedung Bawaslu yang kemarin sempat ramai," kata Nurman, salah seorang warga saat ditemui di samping gedung Bawasu.

    Baca: Pasca Kerusuhan 22 Mei, Petugas PPSU Kumpulkan Batu 87 Karung

    Nurman mengungkapkan kondisi ruas jalan yang dipasang barikade kawat berduri menyuguhkan pemandangan unik dan menarik saat diabadikan lewat kamera. "Tadinya jenuh di tempat kost, lalu memutuskan main ke sini lihat sisa kericuhan yang diberitakan media," ujarnya.

    Sebelum peristiwa kerusuhan 22 Mei 2019, kawasan kantor Bawaslu yang berada di Thamrin merupakan lokasi yang selalu ramai oleh aktivitas masyarakat. Sebab, lokasi tersebut merupakan salah satu sentra perekonomian dan perkantoran di DKI Jakarta.

    Baca: Pesan Viral Demo Lagi? Polda Metro: Belum Ada Info dari Intelejen

    Setelah adanya peristiwa kericuhan, kawasan itu menjadi sepi. Banyak perkantoran dan pusat perbelanjaan yang meliburkan kegiatannya. Warga lokal lantas mengunjunginya untuk melihat kondisi kerusakan akibat kerusuhan.

    Dampak positif dari banyaknya pengunjung dirasakan pedagang keliling yang menjual aneka kopi kemasan dan gorengan. "Kalau berjualan di Monas biasanya sering diusir petugas, tapi di sini enggak. Kami bisa jualan bebas sampai jam berapapun," ucap Abdul Hakim, salah seorang pedagang otak-otak yang tengah berjualan di sekitar Bawaslu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.