Korban Tewas Kerusuhan Bertambah Jadi 20 Orang, Anies: Hoax

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjabat tangan petugas polisi yang bertugas mengamankan kawasan sekitar Kantor Bawaslu RI di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat 24 Mei 2019 malam. Menurut Gubernur Anies, kondisi keamanan Ibukota semakin kondusif pada hari kedua setelah kericuhan Aksi 22 Mei pada Rabu (22/5). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjabat tangan petugas polisi yang bertugas mengamankan kawasan sekitar Kantor Bawaslu RI di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat 24 Mei 2019 malam. Menurut Gubernur Anies, kondisi keamanan Ibukota semakin kondusif pada hari kedua setelah kericuhan Aksi 22 Mei pada Rabu (22/5). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah jumlah korban tewas dari antara bentrokan yang terjadi antara massa perusuh dengan aparat telah bertambah menjadi 20 orang. Anies memastikan, informasi tersebut tidak benar.

    Baca:
    Anies Sebut Korban Tewas Kerusuhan Bertambah, Menjadi 8 Orang

    "Tidak benar. Kenapa saya umumkan korban (karena) untuk mencegah terjadinya spekulasi seperti ini," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat malam, 24 Mei 2019.

    Anies meminta agar merujuk pada informasi data korban yang disampaikannya. Hingga Jumat, dia menjelaskan, tak ada penambahan jumlah korban meninggal karena kerusuhan 22 Mei.

    Sebelumnya dia mengatakan kalau jumlah korban tewas delapan orang dan 737 lainnya mendapat perawatan di rumah sakit. Korban tersebar di sejumlah rumah sakit di Jakarta. 

    Baca:
    Begini Anies Bandingkan Rusuh 22 Mei dengan Rusuh Mei 1998

    Anies dimintai keterangan setelah beredar informasi dalam grup-grup percakapan di telepon genggam bahwa jumlah korban tewas mencapai 20 orang. Dalam pesan itu tertulis nama-nama korban Tragedi Aksi Damai. Mereka dituliskan berasal dari berbagai daerah seperti Bukit Tinggi, Wonosobo dan Bantul. Ada juga yang disebutkan asal Serang, Sukabumi, Magelang, selain juga Jakarta dan beberapa daerah sekitarnya. 

    Sedang dalam data yang diumumkan Anies, korban berasal dari Jakarta, Depok, Pandeglang dan dua yang belum diketahui. Data itu diperbarui Anies setelah sebelumnya dia mengumumkan enam orang yang meninggal.

    Baca:
    Kerusuhan 22 Mei, Anies Ingatkan Orang Tua Awasi Anaknya

    Menurut Anies, penting baginya merilis data korban pasca kerusuhan 22 Mei demi transparansi. "Tapi kalau negara menyembunyikan maka kabar-kabar spekulasi atau hoax akan beredar luas," kata dia.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.