Agenda Ramadan Menumpuk, Anies Kewalahan Tanpa Wagub

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan petugas polisi yang bertugas mengamankan kawasan sekitar Kantor Bawaslu RI di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat 24 Mei 2019 malam. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan petugas polisi yang bertugas mengamankan kawasan sekitar Kantor Bawaslu RI di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat 24 Mei 2019 malam. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kesulitan membagi waktu menghadiri berbagai agenda di bulan Ramadan. Menurut Anies, seharusnya semua agenda itu bisa dibagi dua jika ada keberadaan wakil gubernur.

    "Acara Ramadan ini banyak bener, kalau ada wakil bisa bagi-bagi, beban bisa tertangani dengan baik," ujar Anies di Kawasan GBK, Jakarta Pusat, Ahad sore, 26 Mei 2019.

    Baca: 8 Bulan Tanpa Wagub, Anies Mengaku Kerepotan

    Meskipun begitu, Anies mengatakan tetap bersyukur karena jajarannya di Pemprov DKI dapat menjalankan tugas dengan baik meskipun tanpa kehadiran wakil gubernur. "Alhamdulillah semua support system Pemprov berjalan dengan baik," ujarnya.

    Salah satu momen penting di Jakarta tanpa kehadiran Anies terjadi saat Jakarta tengah memanas menjelang Aksi 22 Mei. Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil pilpres dan pileg. Namun menjelang pengumuman, Anies harus bertolak ke Jepang untuk menghadiri acara World Bank Group di Tokyo.

    "Mohon maaf Pak Gubernur ga bisa hadir dan harus diwakilkan oleh saya, beliau sedang berada di Jepang," ujar Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah saat membuka acara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Monas, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019.

    Baca: Pansus Targetkan Wagub DKI Jakarta Terpilih Agustus 2019

    Anies dijadwalkan berada di Jepang sejak 19 Mei - 22 Mei 2019. Di acara tersebut, ia dijadwalkan menjadi salah satu pembicara.

    Sebelum bertolak ke Jepang, Anies meninggalkan tugas bagi Dinas Kesehatan untuk mensiagakan rumah sakit di seluruh Jakarta pada 22 Mei. Dinkes mengirimkan surat edaran yang isinya mengimbau rumah sakit bersiap untuk menerima pasien rujukan dari kegiatan aksi usai pengumuman KPU.

    Selama Anies di Tokyo, bentrok antara aparat kepolisian dan massa pecah di sejumlah tempat,seperti Thamrin, Tanah Abang, dan Slipi. Anies baru kembali ke Jakarta dan memantau situasi pascabentrok di Sarinah, Thamrin pada 23 Mei.

    Bentrokan tersebut memakan korban meninggal hingga 8 orang dan luka-luka sebanyak 737 orang. Sepulangnya dari Tokyo, Anies juga mengunjungi para korban tersebut. Saat ini, pemilihan wagub DKI sedang berproses di pansus yang sudah dibentuk DPRD DKI. Diperkirakan wagub baru akan terpilih pada Agustus mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.