Provokasi Rusuh 22 Mei Lewat Video, Sopir Ojek Online Ditangkap

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pelaku pembuat video berisi imbauan melawan gas air mata dengan tai, Heru Widiyantoro dan Dwi Septiyanto saat konferensi pers di kantor Polres Metro Jakarta Barat, Senin, 27 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Dua pelaku pembuat video berisi imbauan melawan gas air mata dengan tai, Heru Widiyantoro dan Dwi Septiyanto saat konferensi pers di kantor Polres Metro Jakarta Barat, Senin, 27 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang pembuat video berisi imbauan melawan gas air mata dengan kotoran, yaitu Heru Widiyantoro, 32 tahun dan Dwi Septiyanto (26) ditangkap oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat pada Ahad, 26 Mei 2019. Dwi diketahui merupakan pengemudi ojek online.

    "Dua orang ini melakukan provokasi melalui media sosial Facebook, Instagram maupun Whatsapp," kata Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi saat konferensi pers di kantornya, Senin, 27 Mei 2019. Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda, yaitu Jakarta Timur dan Bekasi.

    Baca: Korban dalam Video Viral Brimob Brutal: Andri Bibir Atau Markus?

    Hengki mengatakan kedua pelaku mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh atau tidak semestinya yang ditujukan kepada aparat keamanan, baik TNI dan Polri. Keduanya diketahui membuat video itu di Kawasan Slipi, Jakarta Barat saat kerusuhan pada 22 Mei 2019 sedang berlangsung.

    Hengki mengatakan kedua pelaku telah melanggar Pasal 45 ayat 2 dan 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Ancaman hukuman enam tahun penjara," kata dia.

    Dalam video tersebut, Heru Widiyantoro terlihat mengenakan jaket ojek online Grab dan helm. Walaupun dalam penyelidikan, yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online sebenarnya adalah Dwi Septiyanto. Heru diketahui merupakan pengangguran.

    Baca: Viral Masjid Diserang Saat Rusuh 22 Mei, Begini Isi Rekaman CCTV

    Heru mengatakan, "Buat kawan-kawan ya, yang masih punya stok pajangan tai yang gede-gede, yang belum pada berak ya. Tolong dibungkusin di plastik, percuma kita gak bisa ngelawan pakai batu, pake perasaan, gak bisa. Dia pakai gas air mata, kita harus pakai tai yang gede-gede," kata dia dalam video. "Harus pakai ini, tai kemarin yang sudah keras, yang dua hari belum dikeluarin," Dwi melanjutkan.

    Dalam video tersebut, keduanya memang tidak menyebutkan instansi Polri atau TNI secara langsung. Namun Hengki tetap meyakini keduanya telah memenuhi unsur pidana.

    Hengki mengatakan, polisi juga telah berkonsultasi dengan ahli bahasa soal masalah ini. "Bahwa yang menggunakan gas air mata itu petugas, dalam hal ini Kepolisian, sedangkan yang melakukan pengamanan ada TNI juga," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.